jump to navigation

Sedikit tentang PMRI August 1, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, education.
add a comment

Mengikuti materi dan makalah yang disampaikan oleh DR. Yansen Marpaung, pegiat PMRI dari Universitas Sanata Dharam temtang PMRI ada beberapa hal yang disampaikan.

Beliau menjabarkan tataran parktis dari PMRI antara lain:

  1. Guru harus mengupayakan murid aktif dalam pembelajaran. Murid harus aktif mengkonstruksi pengetahuannya sendiri
  2. Pembelajaran sedapat mungkin dimulai dengan menyajikan maslah kontekstual/realistik. Realistik artinya siswa dpat menbayangkan situasi yang disajikan dalam masalah
  3. Guru memberi kesempatan pada siswa menyelesiakan masalah dengan cara sendiri. Matematika adalah suatu proses yang bermuara pada produk. Proses ini disebut matematisasi. Cara untuk mendapatkan suatu produk bisa berbeda beda. Melalui matematisasi siswa perlahan lahan dibawa dari konkrit ke abstrak
  4. Guru mendorong terjadinya interaksi dan negoisasi baik abatar siswa dan siswa, juga siswa dan guru
  5. Guru menciptakan suasana pembeljaran yang menyenangkan
  6. Intertwining (sifat saling terkait) antara materi ajar
  7. pembelajaran berpusat pada murid
  8. guru bertindak sebagai fasilitator
  9. Kalau siswa membuat kesalahan jangan dimarahi, tapi dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan, secara empati membantu siswa

Lagu lagu senang August 1, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, education.
add a comment

Ketika mengikuti diklat PMRI dalam beberapa kesempatan ketika menunggu pergantian jam pelajaran atau ada waktu senggang, bapak ibu guru saling berbagi berbagai lagu-lagu yang bisa digunakan dalampembelajaran. Ada banyak yang dismapaiakn oleh bapak ibu guru

Beberapa yang sempat tercatat antara lain saya tuliskan disini, apabila ada yang membutuhkan

1. Hitung Campuran

(Nada lagu disini senang disana senang)

Disini senang disana senang

Semua pelajaran aku senang

Disini angka disana angka

Matematika paling ku suka

Kali bagi sama kuat

Haruslah didahulukan

Sebelum pengerjaan tambah dan kurang

Tambah kurang sama kuat

2. TANGGA UKURAN

(Nada : lagu Naik-naik kepuncak gunung)

Naik-naik tangga ukuran

Hati-hati sekali

Mili, senti, desi dan meter

Deka, hekta dan kilo

Reff. Kalau naik bagi sepuluh

Turun kali sepuluuh……h

Kalau naik koma kekiri

Turun koma kekanaan…..n

3. UKURAN TIDAK BAKU

(Nada Lagu : Dua tangan saya..)

Dua tangan saya dipakai jengkalnya

Ukur meja saya juga dengan depa

Dua kaki saya dipakai langkahnya

Ini ketiganya ukuran tidak baku

Ayo kawan-kawan berdiri semua

Mari kita ukur meja dengan lantai

Boleh dengan jengkal atau dengan depa

Langkahkan kakimu ukur lantai kelas

4. Volume Bangun Ruang

(Nada Lagu :Becak-becak )

Aku ingat sekarang

Volume bangun tabung

µr² kali t

Itulah volum tabung

Kalau volume balok

Pasti P L kali T

Volum kubus

Rusuk pangkat tiga

Pembelajaran Tematik August 1, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, education.
add a comment

Materi yang saya suka dari Diklat PMRI salah satunya adalah tentang pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadukan beberapa kompetensi dasar dan indikator dari kurikulum beberapa mata pelajaran menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu tema.

Dalam pembelajarn tematik lebih menekankan pada pengalaman dan kebermaknaan siswa dalam belajar, sehingga siswa memperoleh pemahaman yang utuh dalam proses pembelajaran yang mengaitkan antar mata pelajaran.

Dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang SI dan SKL disebutkan juga keharusan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan tematik untuk kelas I, II, dan III.

Menarik….Dalam kelas rendah (1, 2, dan 3) ketika mengajar dengan pendekatan tematik akan banyak manfaat yang diperoleh siswa, siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi beberapa mata pelajaran dalam tema yang sama.

Dalam diklat, kita dibagi menjadi 6 kelompok dan masing - masing kelompok diminta membuat suatu jaring tema untuk contoh pembelajaran tematik di SD.

Hasil hasil diskusi kelompok saya masukkan dalam slideshare berikut ini

Kelas yang heboh August 1, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, cerita.
add a comment

Mengikuti diklat PMRI senang juga bertemu dengan bapak ibu guru lain sehingga bisa berbagi hal dan pengalaman.

Dikelas saya, termasuk kelas yang heboh, bapak ibu gurunya kreatif, lucu, dan ada-ada saja idenya.

Dan termasuk kelas yang kompak juga. Kelas kita membuat CD sendiri yang dibagiin ke masing-masing peserta. CD berisi produk-produk yang kita hasilkan (tugas-tugas), lagu - lagu yang dipakai dalam pembelajaran, rekaman pemateri diklat, foto-foto tentu saja (narsis????), dan materi-materi lain selain materi yang telah di CD kan oleh panitia.

Menyenangkan….menambah wawasan dan teman teman baru.

Ini salah satu video kita. Bapak ibu guru teman-teman Kelas A diklat PMRI, lihat ya…Khan kemarin sudah belajar bikin blog ;-)

Masih tentang mengurutkan bilangan August 1, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, education.
add a comment

Dalam RME(Realisttic Mathematics Education) salah satu hal pokoknya adalah pembelajaran dimulai dari masalah yang realistik bagi siswa. Dalam pembelajaran berbasis masalah ini , guru memulai dengan memberikan suatu masalah pada siswa, sehingga siswa dalam menyelesaikan masalah itu mencobamenemukan sendiri strateginya (informal dan formal), siswa membangun pemahamannya melalui interaksi dan negoisasi antara siswa mapun dengan guru bahkan dengan lingkungannya. Guru bertindak sebagai fasilitator.

Dalam strategi membelajarkan mengurtukan bilangan bagi siswa kelas 2 SD, salah satu contohnya guru memberikan masalah sebagai berikut

1. Guru membawa kalender harian yang telah disobek per harian.

2. Guru menunjukkan sobekan kalender harian tersebut sambil memberikan gambaran tentang hari dalam     satu bulan, urutan bulan atau yang lain yang terkait dengan apa yang dibawanya

3. Tiba-tiba guru tersandung dan sobekan kalender harian yang dibawanya berhamburan dilantai

4.         Guru meminta tolong murid membantu merapikan dan mengurutkan kalender harian tersebut.

5. Murid akan bersama-sama merapikan kalender .

Dalam kesempatan tersebut mereka akan menemukan sendiri, mengurutkan tanggal sesuai dengan bulannya di kalender.

Sehingga selain belajar mengurutkan bilangan, siswa juga akan belajar menemukan tentang jumlah tanggal dalam tiap bulan yang berbeda, jumlah hari dalam satu minggu, mengurutkan nama-nama hari.

- J   Jumlah sobekan kalender menyesuaikan kebutuhan, bisa kalender setahun, enam bulan atau sesuai yang diinginkan oleh guru.

- Kalender bisa diganti dengan benda-benda yang lain, misal halaman buku.

Strategi membelajarkan mengurutkan bilangan August 1, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, education.
Tags: ,
add a comment

Dalam mata pelajaran kelas 2 SD semester 1 menurut SI (standar Isi) terdapat Kompetensi Dasar (KD) mengurutkan bilangan samapi 500.

Nah dari mengikuti diklat PMRI kemarin ada beberapa strategi untuk membelajarkan pada anak tentangmengurutkan bilangan. Diantaranya melalui beberapa game.

Contoh permainannya seperti ini

Satu murid A diminta ke depan, berdiri membelakangi murid yang lain

2. Guru menempel angka dipunggung murid A tersebut

3. Murid yang didepan diminta menebak angka yang ada dipunggungnya dengan aturan sbb

  • Siswa A menebak angka tersebut
  • Siswa yang lain memberikan aba-aba kurang ke kiri jika nilai yang disebutkan lebih besar dari angka yang ada dipunggungnya atau kurang ke kanan jika angka yang ditebak tersebut masih lebih kecil dari yang ditempel
  • Siswa A menebak kembali angka yang ditempel setiap ia selesai melangkah ke kiri atau ke kanan
  • Demikiaan hal tersebut diulang-ulang hingga angka yang ada di punggungnya dapat di tebak.

Sehingga dari permainan ini, semua siswa belajar mengurutkan bilangan, murid yang maju didepan menebak angka berdasarkan petunjuk dari siswa lain apakah angka yang disebutkan telah benar atau lebih kecil (ditandai dengan teman lain menyebut kurang kekiri) atau lebih besar (ditandai dengan siswa lain menyebut kekanan). Dan siswa lain yang tidak maju dengan memberi aba-aba bearti juga telah belajar mengurutkan bilangan, menunjukkan apakah angka yang ditebak oleh siswa yang maju telah benar atau lebih kecil atau lebih besar.

Modifikasi dan pengembangan

Siswa yang lain diminta menulis dipapan tulis, setiap angka yang ditebak dalam suatu garis bilangan, dengan konsep angka lebih kecil berada disebelah kiri.

berusaha…. July 31, 2008

Posted by Rohmita in curhat.
add a comment

berusaha

memahami

berusaha

mengerti

berusaha

mendengar

berusaha

mencerna

berusaha

memaknai

berusaha

ya karena berusaha itu memahami

berusaha itu mengerti

berusaha itu daya

kekuatan yang akan muncul…

Mengapa guru jarang bertanya mengapa? July 31, 2008

Posted by Rohmita in Diklat PMRI, education.
2 comments

Dalam diklat PMRI kemarin aku mendapat suatu wacana menarik tentang pembelajaran matematika teruatam di SD. Guru jarang bertanya mengapa? yang sering terjadi adalah bertanya :

Apa jawabannya? Ini betul tidak? Yang betul apa?

Dan mungkin kalimat-kalimat serupa. Yang terkesan ‘membatasi” kemampuan siswa bereksplorasi.

Alangkah lebih bijak ketika guru memulai menanyakan sesuatu dengan kalimat dengan kata “mengapa?’

Misalnya : Mengapa jawabanmu ini?

Sehingga siswa/murid akan berpikir tuk menjawab pertanyaan guru dan mengekplorasi jawabanya.

Dan bahkan bisa jadi guru akan ternganga dan kagum serta tidak menyangka dengan jawaban-jawaban yang muncul dari siswa.

butuh pembelajaran dan pembiasaan bagi guru tuk bisa menjadi fasilitator pada kegiatan pembelajaran.

Dalam PMRI, saatnya murid belajar bukan guru mengajar, guru sebagai fasilitator.

tentang berargumentasi July 31, 2008

Posted by Rohmita in cerita, inspirasi.
add a comment

Kemarin baru membaca dari tabloid nova ada satu hal/kalimat yang menarik. Disebutkan disitu begini :

Berargumentasi bukan sesuatu yang buruk. Konflik yang sering terjadi adalah karena kita tak tahu, bagaimana memisahkan apa yang sangat kita inginkan dengan apa yang ingin kita kompromikan.

Jadi, jika kita mulai merasa lawan bicara harus setuju dengan semua pendapat kita, seharusnya kita tahu dan harus segera berhenti berargumentasi. beberapa panduan yang diberikan:

1. Pikirkan.
Apakah argumentasi ini bermanfaat? Jika jawabannya tidak, berarti waktunya bagi Anda untuk berhenti bicara, tak peduli sedang semarah apa pun Anda.

2. Jangan ulang apa yang sudah diucapkan.
Dengan menyebutkan maksud Anda satu kali saja, sudah cukup daripada mengulanginya berkali-kali. Ini juga berlaku di tempat kerja. Pikirkan diri Anda sebagai pengacara yang harus memberikan pembelaan secara singkat. Katakan apa yang sedang dipikirkan lalu tutup mulut Anda.

3. Jangan merespons ucapan pedas yang mengundang kemarahan Anda.
Jangan pedulikan jika pasangan, orang tua, atau teman menyerang Anda dengan mengatakan sesuatu seperti, “Kamu sama seperti ibumu!” Atau, “Kamu selalu mengatakan hal itu!” Kenali saja maksudnya, dan tutup telinga. Anda tak perlu mendengarkannya.

4. Jika Anda memberi saran, jangan minta orang lain menganggapinya sebagai hal luar biasa
Cukup sampaikan saran Anda apa adanya, tanpa perlu pusing apakah lawan bicara Anda akan mengikutinya atau tidak.

Yang terpenting, Anda harus tahu, cara terbaik untuk mengakhiri suatu argumentasi adalah dengan tidak melanjutkan argumentasi. Konsiliasi tak bisa terjadi jika dua orang sedang berhadapan muka. Konsiliasi hanya bisa terjadi dengan pemikiran yang matang, yang dilakukan berjam-jam bahkan berhari-hari, siang dan malam.
Mungkin Anda baru bisa menyelesaikan masalah beberapa minggu kemudian, ketika perasaan sudah tenang. Tapi, tak sedikit argumentasi yang tak pernah terselesaikan. Hal ini wajar saja.
Pada hubungan yang baik sekalipun, selalu ada kepahitan yang membekas. Sebaiknya, belajarlah bagaimana berargumentasi dan belajar bagaimana menghentikannya. Hal ini bisa mencegah rusaknya suatu hubungan akibat kesalahpahaman.

mendadak tidak nyala July 31, 2008

Posted by Rohmita in cerita.
add a comment

Disaat pekerjaan agak lumayan banyak dan tanggungjawab yang beragam….ujian kesabaran itu ada….

Listrik di ruangan mati dan kemungkinan agak bermasalah dengan sekeringnya. Sehingga AC dan komputer tidak bisa nyala.

Sudah beberapa hari ini dan sudah dilaporkan serta diperbaiki, tapi mati lagi, diperbaiki lagi, mati lagi…

Teknisi yang bertugas belum menemukan akar permasalahannya…

Sementara menggunakan ruang kerja teman di ruangan lain…

tapi ada satu stop kontak yang bisa nyala, akhirnya semua di cabang ke aliran tersebut..

Alhamdulilah bisa nyala komputer..meskipun..hm hmm…panas bo’…AC mati

Ya tapi gapapa….it’s ok

UPDATE (1 agustus 200 8)

Diberi saran untuk menulis keluhan melalui lembar keluhan…biar kuat pengaduannya.

Yup..kulakukan, kutulis dan kuserahkan ke pihak yang menangani…

tapi hik hiks hiks….aku malah diminat sendiri mengecek sekering listriknya….terus dikasih contoh…ditiap ruangan memang ada kotak isinya pentol pentol sekering listrik…

Wah ngelihat aja dah ngeri…apalagi megang…..ogah..takut……

yah…akhirnya berpanas panas ria di ruangan….dah seminggu listrik di ruangan bermasalah….