Pertemuan pertama Kaysa dan Affan

Note : judulnya pertemuan, tapi ternyata harus berliku dan berproses butuh waktu lama untuk bisa mempertemukan Affan dan Kaysa. Karena ada cerita tersendiri.

Ini masih melanjutkan kisah rangkaian setelah kelahiran Kaysa.. 🙂

Beberapa hari sebelum hari kelahiran Kaysa, Affan ada beberapa bintik merah, sudah sempat kita bawa ke dokter, dan ternyata memang terkena cacar air.  Waktu itu memang belum banyak, hanya beberapa di kaki dan tangan.

DAn saat saya di rumah sakit, seperti di cerita disini, Affan tinggal bersama dengan Pakdhenya, main dan tidur bareng denga muthia, kakak sepupunya yang usianya terpaut 1 tahun.

Dan ALhamdulillah , Affan sudah terbiasa di tempat Pak Dhenya, jadi ya enjoy saja, main. CUman saya ya khawatir juga, karen akondisi Affan yang sedang cacar air. Dan cacar airnya ini, Affan tidak ada demam. Jadi masih aktifitas petakilan seperti biasa. Affan hanya dikasih salep Acyclovir untuk dioleskan di cacar airnya. Dan diwanti wanti tidak boleh di garuk, tapi namanya anak kecil ya, pasti ada yang kegaruk, dan cairannya membuat cacar baru di daerah sekitarnya.

Duhh..kasihan sekali Affan.  Saya masuk RS Sabtu malam jam 19.00. Di RS sambi sms sama Pakdhe nya Affan, yang mengabarkan Affan baik baik saja, gak nangis, main dan jam 10 an udah bobok. Alhamdulilah …jadi tenang deh, ga kepikiran Affan., karena Affan ga rewel.

Alhamdulillah, hari minggunya sekitar pukul 7 pagi, Kaysa lahir. Dan setelah diobservasi baik saya dan bayi ALhamdulilah sehat semua, jadi sekitar jam 10 sudah dipindahkan ke Kamar Perawatan. Alhamdulillah, di RS Sarjito, pelayanannya ramah, dan ada beberapa hal yang disampaikan seperti prosedur cuci tangan dll, dan itu saya dapat info karena melaksanakan prosedur pelayanan ISO.

Saat di ruang perawatan itu, saya menelepon Kakak saya, minta disambungkan ke Affan. Saya bilang : Adek sudah lahir. Affan bilang : Adek udah keluar..

Hihihi..pokoknya lucu deh. Dan tapi karena saya menelpon ini membuat Affan jadi rewel, terus menerus minta jemput Adek, jemput Ibu. Iya sih wajar. Namun karena kondisi Affan yang masih cacar air, jadi gak mungkin ke rumah sakit. Tapi kalau dislimurke dengan diajak main dll, Affan bisa lupa. Kalau pas malam baru rewel minta jemput adek dan ibu.

ALhamdulillah , kita lumayan cuman cepet banget di RS, setelah hari senin siang di visit dokter anak, senin sorenya sudah boleh pulang.

Dan dari dokter anak pas visit, setelah saya beritahukan bahwa kakaknya baby kena cacar air, diwanti wanti dengan sangat, untuk dijauhkan, jangan sampai kontak dulu, karena riskan sekali cacar  menular ke bayi yang baru lahir. Dan kalau bayi baru lahir kena cacar kata bu dokternya kasihan sekali nanti bayinya. Dan karena ini yang ngomong dokter anak, jadi kami konsen sekali ke hal ini dan tidak mau mengambil resiko. Dan kita tanya dokter, kira-kira kapan bisa dipertemukan. Terus ditanya kapan mulai cacarnya, dan dikasihlah waktu paling tidak seminggu lagi baru boleh dipertemukan..karena kata dokter, cacar air yang belum kering dan belum keluar semua, masih berpotensi besar menularkan…. Hikks….lama amaaaat…ngebayanginnya jadi sedih.

Jadinya, mau pulang dari RS malah kita semua bingung, gimana membuat skenario, belum mempertemukan dulu affan, dan bareng satu rumah. Bayanginnya juga kasihan Affan, tapi kalau bareng bareng ingat pesan dokter juga kasihan adek kalau tertular cacar.

AKhirnya kita bikin bermacam – macam plan A, B, C, D dll…. Apa adek kita bawa ke desa di rumah ortu saya atau ortu ayahnya affan, dan affan di jogja. Atau sebaliknya. Dan misal di jogja, kit ajuga kepikiran kalau Affan sm muthia, kan kasihan juga kalau Muthia tertular. Karena kemarin pas mau melahirkan darurat, ya sementara Affan bareng muthia. Alhamdulillah muthia tidak ada tanda-tanda tertula, cuman memang di boost sama vitamin daya tahan tubuh.

Setlah telpon sana sini, termasuk telpon kakak saya (ayahnya Muthia), Ayahnya muthia bilang kasihan kalau jauh-jauhan, jogja – sukoharjo atau jogja purworejo…dan kalau adek baru lahir perjalanan jauh dari jogja juga kasihan. Yah , pokoknya semua kemungkinan dirembug. Terus meyakinkan saya ,Gapapa Affan sama muthia soalnya muthia dulu udah pernah kena cacar, jadi lebih kebal terhadap cacar.

Alhamdulillah, setelah kebingungan mau pulang kemana hehe, akhirnya diputuskan adek tetep di rumah jogja, Affan tetap sama pak Dhenya, sama Muthia dan sama orangtua saya.

Dan selanjutnya juga, bagaimana cara bilang ke Affan, soalnya anaknya udah tahu kalau adeknya udah lahir, dan udah terus menerus minta jemput Adek. Sementara kita juga belum berani mempertemukan affan dengan adek, karena kondisi affan yang masih cacar.

Kakak saya sempat berujar : jane gak papa, dipertemukan sebentar. Tapi kita juga tidak mau ambil resiko, karena saat itu memang banyak anak-anak yang kena cacar, istilahnya lagi musim. plu sjuga kalau Affan sudah ketemu dengan Adeknya, mungkin bakal sulit untuk minta Affan tetap di rumah Muthia, wong sudah ada adek dan orangtuanya , masak bobo di tempat Muthia.

Pas malam Affan minta jemput Adek, kita masih di RS. Affan sempat minta lihat ke rumah, pas lihat ternyata gelap karena kita belum pulang, Affan percaya kalau adek masih di RS.

Pas malamnya setelah kita pulang dari RS, kita malemnya mau menengok Affan di rumah Muthia, tapi belum mengajaknya pulang. Sampai lama itu berembug sama Ayah, gimana tar ngomong apa sama Affan, jelasinnya gimana, dll.. Pas itu kalau keinget, sampai mbebres mili juga, kasihan Affan, sedang sakit, ga dirumah, plus belum boleh bertemu.

Akhirnya sebelum nengok Affan, kita beli dulu makanan, ice cream dan jajan jajan kesukaan Affan, plus mobil-mobilan truk molen yang sudah lama diincar oleh Affan di Indomaret tapi belum kita berikan.

Di jalan masih deg deg juga nih, gimana tar dll. Terus sampai rumah muthia, Affan keluar langsung menghambur memeluk saya, terharu. Dan satu yang langsung ditanyakan oleh Affan : “Adek mana? Adek kok gak ikut? ” . Kita lihat lihatan, belum menjawab. Dan Affan seperti menggumam bilang : “Adek , belum keluar.”

Terus kita kasihkan Affan oleh-oleh plus mobil2lan kesukaanya. Langsung seneng bangaet dan bahagia bgt itu dapat hadiah mobil-mobilan. Tersu pas Affan main-main , biasa jumpalitan gitu, kebetulan saya masih pake jaket, jadi perut masih terlihat besar gitu, pas mau nubruk saya Affan bilang gini, sambil lihat perut… :’Eh, nanti kena adek.” Huuuaaa…..hiks hiks…jadi kita belum menjelaskan apa-apa sesuai skenario, Affan mengambil keputusan sendiri, karena saya datang tidak bawa adek, bearti adek belum keluar. Ya sudahlah, sementara kita ikuti dulu kesimpulan itu. Soalnya memang Affan belum boleh dulu ketemu adeknya.

Dan , Affan kita tinggal pulang juga tidak rewel. Kita bilang : besok mau kerja. Affan sama mbak Muthia dulu. Dan Affan salim plus cium kita dan yang bikin terharu, Affan mengelus dan menyanyang perut saya sambil bilang : “Sayang Adek dulu, salim dulu”. Hiks Hiks…

Dan seperti itu terus, kita nengok Affan kalau sore/malam, sampai pas hari aqiqahnya Adek, lama juga ya..sedih juga kalau inget itu, simbahnya juga ikut nangis katanya pas lihat affan, tapi alhamdulilah anak-anak kali ya, pas main terus ya seneng dan gembira, palingkalau malam mau bobok, rewel inget, dan biasanya dibujukbujuk sama Budhenya.dan Affan sudah hampir sembuh, meski masih ada beberapa cacar yang belum kering benar, Affan kita pertemukan dengan Adeknya.

Momen itu saya videokan, bener-bener Affan jalan dari pintu sampai kamar Adek sama muthia sambil berjingkat-jingkat, dan seneng banget…pokoknya susah menggambarkannya, jadi saya videokan momen itu. Benar – benar Affan tampak bahagia banget sembari beberapa kali berteriak gemes gemes gitu melihat adek, masuk kamar , muteri kamar…jingkrak jingkrak sama Kuthia, sambil bilang : Adek….Adek….

Ah….ALhamdulillah banget, berjalan lancar, Adek Kaysa tidak tertular cacar, Affan tidak merasa kita tlantarkan dan kita bohongi. Karena sebelum-sebelumnya kita juga sempet berpikir, nanti gimana kalau Affan merasa kita telantarkan hiks..Jadi waktu itu kita hanya diam, mengikuti alur cerita Affan, bukan membohongi Affan dengan mengatakan adek belum lahir…Ini pembenaran atau apa ya..hihihi..yang pasti Alhamdulilah, Affan juga sembuh dari cacarnya, adeknya tidak tertular…

Dan yang pasti terima kasih sekali untuk semua keluarga, orangtua, mertua, saudara-saudara, keluarga kakak saya yang ketitipan Affan.

Ini dia, beberapa foto Affan dan Kaysa

Aff Kaysa 1hihi..Affan gondrong….pas belum mau potong rambut..

Aff K 2

Aff kay 3

Cerita Melahirkan 1 : Menuju RS

Sabtu, 1 Desember 2012
Sabtu pagi, saya jalan-jalan pagi, karena jalan kaki bagus buat bumil yang lagi nunggu lahiran untuk memposisikan baby turun ke panggul.

Sabtu pagi itu saya lumayan jauh jalan-jalan paginya, karena ketemu dengan seorang Ibu yang juga lagi jalan pagi dengan suaminya, suaminya lari bolak-balik, si Ibu hanya jalan, jadinya ngobrol dengan saya.
Ternyata ibu adalah pemilik toko batik Rahma, dan setiap bulan menyetor batik ke Mirota Batik. Jadi ibu bercerita tentang bisnis batiknya dan juga mau merintis bisnis pakaian bayi. Wah, keren banget ini si ibu semangatnya..jadi malu dengan diriku sendiri yang bisnis batiknya angot-angotan. Suami ibu tadi seorang pensiunan di Pajak dan sekarang ngajar di UGM, so secara ekonomi sudah sangat mapan, jadi memang bisnis yang dijalani ibu itu udah seperti panggilan jiwa kali ya, tidak hanya untuk finansial. Si Ibu juga menjanjikan saya mau mencarikan yang bisa momong, ya udah hampir mau 2 bulan ini dirumah tidak ada mbak yang momong, jadi Affan full day school.

***
Sepulang jalan pagi, aktivitas seperti biasa. Cuman kita memang dirumah terus karena Affan baru mulai kamis terkena cacar air…hiks
Jam 6, magrib tiba-tiba saya merasa ada cairan yang keluar. Terus telepon kakak yang bidan, dan dikasih tahu kalau semakin banyak keluar bearti ketuban dan harus segera periksa. Benar saja setelah telepon, cairan ketuban semakin banyak keluar ke lantai dll, tanpa sadar saya teriak ke Ayah ngasih tahu. Lupa kalau di samping saya ada Affan. Sukseslah itu membuat Affan menangis. Jadinya kita nenangin Affan dulu bilang gapapa. Terus saya bilang ke Ayah : Yah, telepon Mas Toni (kakak saya) untuk minta anter ke RS trs Affan titipin Mas toni sm Muthia (anak mas toni, sepupu affan).
Dan ini dijawab sama Affan, sambil masih agak nangis : ‘Aku dititip Mbak muthia… aku sm mbak muth…Pak dhe toni’. Terus nangis manggil-manggil Pak Dhe Toni. Saya hanya duduk di tempat tidur, karena pernah baca kalau ketuban pecah dulu, harus meminimalisir gerak, agar gak semakin banyak keluar. Daaa.n…dodolnya saya..saya nunda2 nyiapin tas yang mau di bawa ke RS, jadinya kita sama sekali belum siap, saya ngasih tahu Ayahnya Affan apa aja yang mesti dibawa, yang penting-penting saja, tar bisa balik ambil. Pelajaran 1 : Jangan nunda2 nyiapin tas yang mau dibawa ke RS, kalau udah deket-deket dengan perkiraan kelahiran.
Dari kamar saya panggil Affan untun mendekat. Saya pegang pipinya, saya cium saya bilang : Affan, ibu minta maaf ya. Doain Ibu sama Adek ya.
Ya..ya…kondisi kayak gini, jadi teringat kalau pas saya lagi agak kurang sabaran sama Affan, jadi saya bener-bener minta maaf sama Affan. Dan Affan sambil mimbik-mimbik tiduran sambil mengelus dan memeluk perut saya…. ****ahhhh terharuuu. Terus saya bilang : Affan ambil tas sekolahnya, ini diisi baju buat ke tempat mbak muthia.
Dan affan pun ngambil tas sekolahnya dan mengisi sama baju-bajunya.
Tak Lama Mas toni datang pakai mobil pick up dan mb wulan (istrinya) pakai motor. Saya minta tolong mbak wulan untuk menyiapkan keperluan Affan selama nginep di rumahnya. Dan pas buka tas sekolah Affan, mb wulan bilang : “Ini kok baju hem-hem sekolah semua. Hihihi..terus saya bilang : Nha itu Affan yang masukin kok. Terus setelah Affan keperluannya udah masuk tas, dan Affan udah pakai jaket, kebetulan saya pas ke kamar mandi. Ternyata Affan sudah duduk di motor sama mb wulan. Saya kejar ke depan, sekali lagi saya minta maaf sama Affan dan minta didoain. Affan agak mimbik-mimbik, tapi gak nangis. Ach…Alhamdulillah Affan mengerti..jadi kami bisa tenang, karena Affan gak rewel mau ikut atau gimana2 dan mau ikut sm budhe nya…
Setelah Cek-cek kelengkapan yang dibawa, saya naik mobil sm kakak saya. Ayahnya Affan naik motor, biar bisa wira-wiri besok pas di RS. Dijalan air ketuban masih sesekali keluar. Sampai di jalan monjali, tiba-tiba mobil depan kita berhenti mendadak, untungnya mas toni waspada, jadinya ikut ngerem tapi tidak terlalu kencang, dan berhenti. Dan tiba-tiba dibelakang kita terdengar bunyi bruuuuuukkkkk..motor rubuh. Mas toni pas lihat ke spion dan teriak “ Ayahnya Affan”.

——
Deg, serasa jantung berhenti, serasa adegan sinetron paling horor, saya langsung teriak “ Ya Allah…Ayah… Ayah..”. Udahlah itu semua pikiran buruk muncul. Sampai lemas. Ngelihat kebelakang ada mobil2 berhenti, ada orang-orang berkumpul trs ngelihat ada yang berdiriin motor yang jatuh dan minggirin.

Mas Toni turun…dan Alhamdulillah Alhamdulillah… Ya Allah. Memang yang jatuh adalah Ayahnya Affan, tapi Alhamdulillah ayahnya Affan tidak apa-apa, ayah langsung menghampiri saya dan bilang : “aku gapapa gapapa, tenang-tenang”. Dan ternyata kejadiannya setelah mobil kaka saya berhenti, ayahnya affan yang pakai motor dibelakang juga berhenti, mobil belakang ayahnya juga berhenti, tetapi mobil yang dibelakangnya lagi menubruk mobil dibelakang ayahnya affan, dan motor ayahnya affan kedorong kedepan jadi jatuh. Alhamdulillah motor dan mobil belakang ayahnya affan posisi berhenti, sehingga meskipun jatuh, ayahnya Affan gapapa. Cuman tedeng bagian depan motor ada yang pecah. Alhamdulillah ya Allah.
Setelah itu orang-orang di dua mobil itu plus mas toni dan ayahnya affan masih pada berembug, kalau mobil yang menubruk yang paling belakang rusak agak lumayan di bagian depan. Dan saya tiba-tiba merasa ketuban keluar banyak…..dueeenggggg…serasa menginjak kembali kaki ke bumi dan sadar bahwa ini mau ke RS, ketuban sudah pecah dan harus segera ke RS. Sambil nangis saya panggil ayahnya Affan, saya takut juga jangan-jangan yang kita dituntut atau apa. Orang-orang sampai ngelihatin saya..hehe.
Kakak saya mengecek kondisi motor, alhamdulillah masih bisa jalan, hanya pecah di tedeng depan saja. Jadinya masih bisa dikendarai. Terus kita melanjutkan perjalanan ke RS Sardjito. Kakak saya bilang : udah ..tenang saja..yang tadi tidak usah dipikirin lagi. Alhamdulillah udah gapapa. Nanti kalau kepikiran malah gak bagus.
Ya ya..saya berucap untuk mensugesti diri yang memang masih shock dan kaget…”Lupakan tadi..Alhamdulillah semua baik-baik saja.
Sampai di Sardjito kami langsung menuju ke ruang maternal, dengan membawa surat pengantar melahirkan dari dokter pribadi. Jadi bagi yang mau melahirkan di RS Sardjito, harus sudah punya pengantar surat melahirkan dari SPOg ( istilahnya dokter spog pribadi), so kita bisa langsung ke bagian maternal tanpa ke UGD dulu dan nantinya ditangani oleh dokter pilihan kita.

Bersambung .

14 Juni 2012

14 Juni 2012

 

Alhamdulillahirobbil ‘alamin … hari ini, Affan genap berusia 3 tahun… Sudah besar ya Nak… Selamat hari lahir ya Nak..Moga menjadi insan yang selalu taat kepada Allah, sholih, bermanfaat, bahagia, sehat, cerdas selalu…Amin…

dan…alhamdulilah juga Insyaallah Affan akan punya adik..:-)  *memasang lagi widget pregnancy ticker di side bar blog…kurang lebih 14 minggu..mohon doanya..semoga ibu dan baby selallu sehat

Awal-awal affan dikasih tahu tentang akan punya adik, bilangnya “adiknya ibu”…jadi selalu nyebut sebagai adeknya ibu yang ada didalam perut ibu.

Terus cerita ke mbak riz juga “Ibu punya adek..di dlm perut”.. hihi..terus affan kan sebelum ini kalau sama anak bayi banget ga begitu mau kalu deket2, seperti pas sepupunya lahir waktu kakak sepupunya bilang “affan tadi gak mau sayang (=mencium) adek haikal* (adek bayi baru) terus affan jawab gini : “affan sama adeknya ibu”.. 🙂

Tapi setelah dikasih tahu ini adeknya affan, kan affan sama adek anaknya ibu.. sekarang tambah seneng si Affan, setiap ngelihat perut langsung ilang “ini ada adeknya….adeknya affan”.

Terus suka ditanyain : “adek algi apa?? Lagi bobo? lagi minum cucu ya? Cucunya cucu anget…kalau affan cucu kotak;” 😀

terus juga pernah itu ngasih susu bantal ke perut ibu terus bilang gini :” ini dek minum susu” terus saya bilang “wah ya gak nyampe dong”

Terus susunya diarahin ke mulut saya “lewat sini ya” Suka sayang sayang juga ke perut. Udah gak nubruk-nubruk lagi kalau main…tapi sama Ayahnya masih tubrak tubruk hihihi… affan bilang : “ibu enggak ya” … hadeh…”ayah juga gak oleh nak main ditubruk-tubruk gitu”.

Yah..semoga sehat selalu, berkah selalu…..amin…

Oiya, kalau ditanya nama adeknya siapa, awal2 affan bilang “adek cikal” katanya sama kayak adeknya mas kiki, yang namanya “Haikal” tapi adeknya Affan dibilangnya ‘Adek cikal”…smpe sekarang kalau ditanya “tetep jawabnya “adek cikal”.

 

##Lama tidak nulis di blog ini, terakhir februari 2012..lama  juga :)…

 

 

Aff dan UHT

Foto Affan sedang menikmati UHT :

sekarang Affan dah pinter pakai sedotan, awalnya seneng banget pas dikenalin UHT dan sedotan , niru masukin sedotan ke mulut, sep sep, namun gak keluar keluar tuh susu dari kotak, alhasil..langsung di kocok kocok tumpah kemana-mana..dan kalau adayang tumpah senengbanget …nyengir lebar hehehe.. karena Aff itu suka “keceh” alias main air

tapi sekarang dah pinter minum pakai sedotan…

setelah usia setahun, Aff saya kenalkan dengan susu UHT plain (UHT bisa diberikan pada anak mulai usia 1 tahun), Alhamdulillah seneng, meskipun kadang sering dibuat mainan dengan dikocok kocok sampai tumpah hahaha…

Selain ASI, Affan mendapat susu pendamping juga, susu pendampiang ASI nya (SPASI 🙂 ) istilah lain selain MPASI hehehe yaitu susu formula dan susu UHT sesekali.

Meskipun memang brwosing sana sini, baca di majalah tentang kelebihan UHT, serta baca postingnya bunDit disini, namun saya untuk susu pendamping ASI nya Affan belum sepenuhnya UHT, namun susu formula dan susu UHT. .  :-)… Setelah usia 1 tahun, susu hanya merupakan nutrisi pelengkap selain makanan dengan gizi seimbang. beberapa yg sy dapatkan :

Secara alami susu segar telah mengandung semua zat gizi dalam jumlah dan komposisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan susu yang diolahdari susu segar dengan suhu pemanasan sangat tinggi (135-145ºC) dalam waktu yang sangat singkat (2-5
detik). Pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme, baik pembusuk maupun patogen (penyebab penyakit).
Waktu pemanasan yang sangat singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu, serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah dibandingkan susu segarnya.  Di dalam teknologi pangan, telah
diketahui bahwa pengolahan dengan suhu pemanasan yang tinggi tetapi dengan waktu yang sangat singkat, lebih dapat menyelamatkan nilai gizi daripada suhu pengolahan yang lebih rendah tetapi dengan waktu yang lebih lama. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT relatif lebih sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan zat-zat gizi, dibandingkan dengan pengolahan susu bubuk.

Dan, saya sendiri memang juga dari dulu penyuka susu UHT, so pesti tersedia deh dirumah susu UHt. Dan juga kl bepergian lebih simpel juga kali ya bawanyya susu UHT.

Slurppp…

Tambahan : untuk kebutuhan susu per hari, bisa baca postingnya dan rangkuman BunDit (lagi..memang top deh Bunda satu ini…Thank U bun) disini

masak memasak

Awal-awal MPASI menu Affan adalah berbagai pure buah terus lanjut dengan bubur susu baik bubur susu tepung beras merah, tepung beras putih, tepung pisang, atau kacang hijau..

Mudah masaknya? Bisa dibilang iya banget..buah-buahan kayak pisang, alpukat, pepaya tinggal sret sret dialusin campus susu disaring.. terus bubur susu..mudah juga dan cepet..dari tepung beras merah or tepung lainnya dimasak dengan air kira2 10 menitan terus dicampur susu..dan lama-kelamaan gak dicampur susu.. dan karena maem blm bgtu byk variasi jadi jarang ada bahan makanan mentah yang nyisa menunggu tuk diolah

Di usia tujuh bulan lebih dan delapan bulan… variasi mamam si Affan khan tambah beragam tuh.. dan campur-campur… mulailah agak merasa mati gaya……. ( doh).. padahal ya dah searching sana sini..ngeprint macem-macem resep MPASI….punya 3 buku wajibMPASI  a.k.a buku paket dari pemda *ga ding beli sendiri .. bolak balik buka blog2nya para mommy, ibu ,bunda, mama ….kok berasa kyk nentuin menu agak saltum eh salting….pas usia awal 6 bulan kan lagi perkenalan tuh..jadi gak sabar kyknya banyak jenis mamam yang belum dikenalin… nha di 8 bulan nih mix dan matc nya mesti jalan… seneng banget aku kalau ngeliat buku resep baby…apalagi yang 8+….dah lebih banyak ragamnya…

Pas awal bikin bubur pakai beras merah (bukantepung lagi)  pas ada simbahnya Affan.. dibuatinlah sm simbahnya maksudnya buat nyontohin diriku.. oke sukses.. giliran aku buat tuk pertama kali.. sebelum ngantor kucicip lagi akhirnya ada keputusan : jangan dikasih buburnya..belum mateng…belum pecah gitu deh kayaknya buburnya ..MESTI belajar lagi nih..

Bagaimanapun memang practise make expert yak… segepok teori kalau belum praktek langsung dan berkali-kali dicoba ya susah…

tapi lama kelamaan semangat semangatin diri bisa bisa bisa *plus barisan chearleader di belakang tepok tepok

Ya ya ya…. learning by doing….

Karena mamamnya Affan yang beragam mix dan match dari berbagai sumber karohidarat + protein + vitamin + mineral.. dalam satu sajian khan perlu beberapa sumber makanan yang berbeda tuh.. sementara porsi bayi kan hanya sedikit ya…jadinya bahan-bahan makanan cenderung sisa.. sementara dari sang nenek diwanti-wanti tuk yang buat Affan maksimal sampai dua hari aja sumber makanan disimpan di kulkas..selebih dari itu bahan makanan masih ada ya dimakan yang dewasa donk… atau ya antisipasinya saya belanja harian .. tapi tetep juga kan sekali belanja porsi gak mungkin belinya seuprit hehehe

ternyata oh ternyata hal ini malah membuatku kreatif *pedhe banget..bu bu kreatif apaan yak ..wong nyontek sana sini , aku jadi bereksperimen membuat macem-macem masakan. ..biasanya kan ya standar aja yak masakanya..dan seringnya pas wiken bikin masak memasak yang berbeda yang memang istilahnya praktek hehehe

Meskipun ini dibilang eksperimen namun jangan membayangkan kayak Ala cheff gitu deh… coz bagiku masakan selain tumis/oseng mesti nyontek lagi baca resepnya dari dulu suka gitu … sebenernya kadang inget sih..cuman gak pedhe aja bener pa gak..or kurang bumbu apa..jadi nyontek lagi dah.. tapi so far lancar lancar aja masaknya

begitu ada sisa bahan makanan mentah langsung deh browsing-browsing cari resep yang make bahan makanan tersebut di google by HP pakai operamini, jadi tar pas masak dibawa deh tuh HP buat cocokin bahan dan cara buat.. Dan biasanya ini tidak kusimpan atau kucatat sementara tuk masakan yang non tumis/oseng pasti deh aku lupa apa aja komposisi bumbunya…jadi gini deh misalnya dua kali masak sayur asem ya dua kali masak semua pakai liat resep  di HP. Kecuali oseng atau tumis ya..dah apal diluar kepala… sedangkan tuk masakan yang macem2 apalagi yang bersantan dan berbumbu bumbu rempah pesti deh aku nyontek lagi by gogling *untungnya bisa browsing2 pakai HP..simple bisa dibawa kedapur 😀

contohnya nih : Affan lagi mamamnya pakai campuran labu parang atau labu kabocha. Biasanya aku beli yang dah dipotong tapi kan tetep aja sisa.. trs pas menu pisang ..jadi deh bikin Kolak labu pisang

Kalau Ubi jepang (ubi ungu) misal beli sekalian buat Affan sisanya kita gorengtepung atau kita rebus ..enak..

Terus bikin kaldu tulangsapi /ayam kampung buat Affan..Tulangnya kubuat sup tulang sapi plus tambahan wortel , dan kentang (yang juga jadi menu Affan).. begitu juga tuk sayur mayurnya kayak sawi atau bayam atau kangkung..kan perlunya dikit tuh..sisanya dimasak buat menu yang dewasa….. kalau tempe dirumah memang setiap hari beli dan ada jadi ya bila Affan mamamnya dikasih tempe yang tinggal ngambil..

Namun kalo sukini aka zucchini belum tau nih mau dimasak apa kalau sisa.. kemarin2 pernah buang karena dah terlalu kelamaan …Kalau pas menu ikan..ya bahan ikan yang tersisa dimasak (gak tersisa kali ya istilahnya..wong lebih banyak banget sisanya drpada yang dimasak buat Affan.hehehe)

Nha kalau ada alpukat, kubikinlah sup buah plus pepaya juga dibikin kayak koktail gitu.. Nha ini malah jadi keterusan jadi belakang sering banget beli bahan campurannya..kayak nanas , susu kental manis sachet dan rumput laut untuk membuat sup buah (es buahnya) yang dikasih susu kental manis yang putih.. hmm..enak deh..gak bosen bosen.. dan resep ini ada rahasinya *halah… yaitu cengkeh, ketika merebus nanasnya atau pepaya ditambahin deh gula dan cengkeh..wah kuahnya jadi sedap dan enak *kyknya tentang cengkeh gak rahasia ya…dah pada tau hehehe..tapi aku seneng bisa bikinsup buah/es buah ini.. dulu-dulu kan seringnya beli jajan

Jadinya sekarang2 ini yang  setiap hari dipikir dan ditentuin kan menu Affan..menu dewasa ngikut deh.. Alhamdulillah Ayahnya Affan juga tipe kalau ditanya mau makan apa? dijawab : sak sak e (bahasa jawa yang artinya kurleb : terserah adanya apa) ..kqkqkq..beruntung sekali ya istrinya....:-D (Ayah..semoga masakanku tidak mengecewakan) 😉

Tapi kadang karena banyak bahan makanan yang bervariasi ada yang tidak sempat kemasak jadinya kebuang deh ..jadi sayang

Yup yup mengasyikkan sekali  nih…memasak berbagai makanan tuk baby .dan memasak menu-menu lain tuk keluarga… dengan bumbu cinta…Aiiiiihhhhhhhh sedapnya…

Minggu ke 30

Minggu ke 30 kehamilan. Periksa hari sabtu tanggal 18 April 2008. Tensi Alhamdulilah normal 100/70, BB ibu naik 13,5 kg. Berat baby kurang lebih 1,5 kg lebih, alhamdulilah menurut dokter normal sesuai dengan usia kehamilan.

Kalau tidur malem sering bangun, minimal 2 kali. Posisi tidur yang dianjurkan adalah miring kekiri, agar aliran oksigen dan nutrisi ke baby lancar. Mulai baca-baca lagi buku tentang persalinan, ikut senam hamil, terus sedang membuat list daftar perlengkapan baby yang mesti disiapkan sm baca-baca tentang tips berbelanja perlengkapan bayi. Dah masuk trimester tiga nih…mesti banyak latihan nafas, relaksasi, banyak berdoa tentu saja…

Oiya, Banyak dapet referensi tentang apa-apa yang mesti dibeli dari blog ibu -ibu.

Ya Allah..bismillah..semoga semua dalam ridhoMU..lindunganMU…diberi kelancaran, kesehatan, kemudahan…. Amin…

Ini dia hasil USG yang kuprint :

baby-30-weeks

6 des 2008….week 11

Sesuai dengan jadwal periksa rutin ke dokter kandungan, tanggal 6 desember kembali ke dr.yasmini, spog tuk kontrol rutin. Aku periksa ditemani suami, datang dah agak siang, jadi dapat antrian ke 12. Lumayan juga nunggunya…

Seperti biasa sebelum dapat jatah masuk ruang dokter, sama perawat diperiksa tensi dan ditimbang berat badan serta ditanya tentang keluh. Alhamdulilah, tidak ada keluhan, paling cuman mual dan kadang muntah….itu biasa…

tekanan darah diukur 90/60…memang aku rata2 tensiku sekitar itu antara 100/70 atau 90/70 atau 90/60. BB naik 0,5 kg sekarang 50 kg. Kupikir aku dah naik banyak , soalnya beberapa bilang pipiku dah kelihatan chubby. Jadi total sampai usia kehamilan 11 minggu, naiknya 3,5 kg.

Sengaja aku menuliskan ini, tuk jurnal kehamilanku. seperti terinspirasi dari ayahbunda online disini tuk mencatat segala hal tentang misalnya kenaikan BB, tensi dan jurnal kunjungan ke dokter, dengan file yang bisa didownload dan di print. Yah..kutulis di blog aja..biar lebi rapi dan bisa diaca ulang.

Fakta tentang baby usia 11 minggu, selengkapnya di sini

Berapa Besar Bayi Anda?

Pada minggu ini, panjang dari kepala sampai bokong bayi anda adalah 1,75 sampai 2,4 inci (44 sampai 60 mm). Berat janin sekitar 0,3 ons (8 g). Bayi anda sebesar jeruk besar dan kuku jari mulai tampak.

Berapa Besar Anda?
Sementara perubahan besar terjadi pada bayi anda, perubahan mungkin terjadi lebih lambat pada anda. Anda hampir berada di akhir trimester pertama; rahim anda berekmbang bersama janin di dalamnya. Hampir cukup besar untuk mengisi pelvis anda dan mungkin terasa di perut bagian bawah anda, di atas pertengahan tulang pubis anda.

Anda belum merasakan gerakan bayi anda. Jika anda berpikir anda merasakan gerakan bayi anda pada saat ini, anda memiliki gas atau mengalami kehamilan yang lebih jauh daripada yang anda pikirkan.

How about our baby?

Waktu periksa, di USG oleh dokter. ALhamdulilah dokter bilang baby baik. Lagi telungkup, gerak-gerak tapi belum terasakan oleh ibu, ditunjukin denyut jantungnya, diukur panjangnya 44,5 mm. Alhamdulillah…semoga sehat terus sampai saatnya lahir….semoga selalu dalam lindungan Allah…

Ini dia hasil print USG nya…

omi