Pertemuan pertama Kaysa dan Affan

Note : judulnya pertemuan, tapi ternyata harus berliku dan berproses butuh waktu lama untuk bisa mempertemukan Affan dan Kaysa. Karena ada cerita tersendiri.

Ini masih melanjutkan kisah rangkaian setelah kelahiran Kaysa.. 🙂

Beberapa hari sebelum hari kelahiran Kaysa, Affan ada beberapa bintik merah, sudah sempat kita bawa ke dokter, dan ternyata memang terkena cacar air.  Waktu itu memang belum banyak, hanya beberapa di kaki dan tangan.

DAn saat saya di rumah sakit, seperti di cerita disini, Affan tinggal bersama dengan Pakdhenya, main dan tidur bareng denga muthia, kakak sepupunya yang usianya terpaut 1 tahun.

Dan ALhamdulillah , Affan sudah terbiasa di tempat Pak Dhenya, jadi ya enjoy saja, main. CUman saya ya khawatir juga, karen akondisi Affan yang sedang cacar air. Dan cacar airnya ini, Affan tidak ada demam. Jadi masih aktifitas petakilan seperti biasa. Affan hanya dikasih salep Acyclovir untuk dioleskan di cacar airnya. Dan diwanti wanti tidak boleh di garuk, tapi namanya anak kecil ya, pasti ada yang kegaruk, dan cairannya membuat cacar baru di daerah sekitarnya.

Duhh..kasihan sekali Affan.  Saya masuk RS Sabtu malam jam 19.00. Di RS sambi sms sama Pakdhe nya Affan, yang mengabarkan Affan baik baik saja, gak nangis, main dan jam 10 an udah bobok. Alhamdulilah …jadi tenang deh, ga kepikiran Affan., karena Affan ga rewel.

Alhamdulillah, hari minggunya sekitar pukul 7 pagi, Kaysa lahir. Dan setelah diobservasi baik saya dan bayi ALhamdulilah sehat semua, jadi sekitar jam 10 sudah dipindahkan ke Kamar Perawatan. Alhamdulillah, di RS Sarjito, pelayanannya ramah, dan ada beberapa hal yang disampaikan seperti prosedur cuci tangan dll, dan itu saya dapat info karena melaksanakan prosedur pelayanan ISO.

Saat di ruang perawatan itu, saya menelepon Kakak saya, minta disambungkan ke Affan. Saya bilang : Adek sudah lahir. Affan bilang : Adek udah keluar..

Hihihi..pokoknya lucu deh. Dan tapi karena saya menelpon ini membuat Affan jadi rewel, terus menerus minta jemput Adek, jemput Ibu. Iya sih wajar. Namun karena kondisi Affan yang masih cacar air, jadi gak mungkin ke rumah sakit. Tapi kalau dislimurke dengan diajak main dll, Affan bisa lupa. Kalau pas malam baru rewel minta jemput adek dan ibu.

ALhamdulillah , kita lumayan cuman cepet banget di RS, setelah hari senin siang di visit dokter anak, senin sorenya sudah boleh pulang.

Dan dari dokter anak pas visit, setelah saya beritahukan bahwa kakaknya baby kena cacar air, diwanti wanti dengan sangat, untuk dijauhkan, jangan sampai kontak dulu, karena riskan sekali cacar  menular ke bayi yang baru lahir. Dan kalau bayi baru lahir kena cacar kata bu dokternya kasihan sekali nanti bayinya. Dan karena ini yang ngomong dokter anak, jadi kami konsen sekali ke hal ini dan tidak mau mengambil resiko. Dan kita tanya dokter, kira-kira kapan bisa dipertemukan. Terus ditanya kapan mulai cacarnya, dan dikasihlah waktu paling tidak seminggu lagi baru boleh dipertemukan..karena kata dokter, cacar air yang belum kering dan belum keluar semua, masih berpotensi besar menularkan…. Hikks….lama amaaaat…ngebayanginnya jadi sedih.

Jadinya, mau pulang dari RS malah kita semua bingung, gimana membuat skenario, belum mempertemukan dulu affan, dan bareng satu rumah. Bayanginnya juga kasihan Affan, tapi kalau bareng bareng ingat pesan dokter juga kasihan adek kalau tertular cacar.

AKhirnya kita bikin bermacam – macam plan A, B, C, D dll…. Apa adek kita bawa ke desa di rumah ortu saya atau ortu ayahnya affan, dan affan di jogja. Atau sebaliknya. Dan misal di jogja, kit ajuga kepikiran kalau Affan sm muthia, kan kasihan juga kalau Muthia tertular. Karena kemarin pas mau melahirkan darurat, ya sementara Affan bareng muthia. Alhamdulillah muthia tidak ada tanda-tanda tertula, cuman memang di boost sama vitamin daya tahan tubuh.

Setlah telpon sana sini, termasuk telpon kakak saya (ayahnya Muthia), Ayahnya muthia bilang kasihan kalau jauh-jauhan, jogja – sukoharjo atau jogja purworejo…dan kalau adek baru lahir perjalanan jauh dari jogja juga kasihan. Yah , pokoknya semua kemungkinan dirembug. Terus meyakinkan saya ,Gapapa Affan sama muthia soalnya muthia dulu udah pernah kena cacar, jadi lebih kebal terhadap cacar.

Alhamdulillah, setelah kebingungan mau pulang kemana hehe, akhirnya diputuskan adek tetep di rumah jogja, Affan tetap sama pak Dhenya, sama Muthia dan sama orangtua saya.

Dan selanjutnya juga, bagaimana cara bilang ke Affan, soalnya anaknya udah tahu kalau adeknya udah lahir, dan udah terus menerus minta jemput Adek. Sementara kita juga belum berani mempertemukan affan dengan adek, karena kondisi affan yang masih cacar.

Kakak saya sempat berujar : jane gak papa, dipertemukan sebentar. Tapi kita juga tidak mau ambil resiko, karena saat itu memang banyak anak-anak yang kena cacar, istilahnya lagi musim. plu sjuga kalau Affan sudah ketemu dengan Adeknya, mungkin bakal sulit untuk minta Affan tetap di rumah Muthia, wong sudah ada adek dan orangtuanya , masak bobo di tempat Muthia.

Pas malam Affan minta jemput Adek, kita masih di RS. Affan sempat minta lihat ke rumah, pas lihat ternyata gelap karena kita belum pulang, Affan percaya kalau adek masih di RS.

Pas malamnya setelah kita pulang dari RS, kita malemnya mau menengok Affan di rumah Muthia, tapi belum mengajaknya pulang. Sampai lama itu berembug sama Ayah, gimana tar ngomong apa sama Affan, jelasinnya gimana, dll.. Pas itu kalau keinget, sampai mbebres mili juga, kasihan Affan, sedang sakit, ga dirumah, plus belum boleh bertemu.

Akhirnya sebelum nengok Affan, kita beli dulu makanan, ice cream dan jajan jajan kesukaan Affan, plus mobil-mobilan truk molen yang sudah lama diincar oleh Affan di Indomaret tapi belum kita berikan.

Di jalan masih deg deg juga nih, gimana tar dll. Terus sampai rumah muthia, Affan keluar langsung menghambur memeluk saya, terharu. Dan satu yang langsung ditanyakan oleh Affan : “Adek mana? Adek kok gak ikut? ” . Kita lihat lihatan, belum menjawab. Dan Affan seperti menggumam bilang : “Adek , belum keluar.”

Terus kita kasihkan Affan oleh-oleh plus mobil2lan kesukaanya. Langsung seneng bangaet dan bahagia bgt itu dapat hadiah mobil-mobilan. Tersu pas Affan main-main , biasa jumpalitan gitu, kebetulan saya masih pake jaket, jadi perut masih terlihat besar gitu, pas mau nubruk saya Affan bilang gini, sambil lihat perut… :’Eh, nanti kena adek.” Huuuaaa…..hiks hiks…jadi kita belum menjelaskan apa-apa sesuai skenario, Affan mengambil keputusan sendiri, karena saya datang tidak bawa adek, bearti adek belum keluar. Ya sudahlah, sementara kita ikuti dulu kesimpulan itu. Soalnya memang Affan belum boleh dulu ketemu adeknya.

Dan , Affan kita tinggal pulang juga tidak rewel. Kita bilang : besok mau kerja. Affan sama mbak Muthia dulu. Dan Affan salim plus cium kita dan yang bikin terharu, Affan mengelus dan menyanyang perut saya sambil bilang : “Sayang Adek dulu, salim dulu”. Hiks Hiks…

Dan seperti itu terus, kita nengok Affan kalau sore/malam, sampai pas hari aqiqahnya Adek, lama juga ya..sedih juga kalau inget itu, simbahnya juga ikut nangis katanya pas lihat affan, tapi alhamdulilah anak-anak kali ya, pas main terus ya seneng dan gembira, palingkalau malam mau bobok, rewel inget, dan biasanya dibujukbujuk sama Budhenya.dan Affan sudah hampir sembuh, meski masih ada beberapa cacar yang belum kering benar, Affan kita pertemukan dengan Adeknya.

Momen itu saya videokan, bener-bener Affan jalan dari pintu sampai kamar Adek sama muthia sambil berjingkat-jingkat, dan seneng banget…pokoknya susah menggambarkannya, jadi saya videokan momen itu. Benar – benar Affan tampak bahagia banget sembari beberapa kali berteriak gemes gemes gitu melihat adek, masuk kamar , muteri kamar…jingkrak jingkrak sama Kuthia, sambil bilang : Adek….Adek….

Ah….ALhamdulillah banget, berjalan lancar, Adek Kaysa tidak tertular cacar, Affan tidak merasa kita tlantarkan dan kita bohongi. Karena sebelum-sebelumnya kita juga sempet berpikir, nanti gimana kalau Affan merasa kita telantarkan hiks..Jadi waktu itu kita hanya diam, mengikuti alur cerita Affan, bukan membohongi Affan dengan mengatakan adek belum lahir…Ini pembenaran atau apa ya..hihihi..yang pasti Alhamdulilah, Affan juga sembuh dari cacarnya, adeknya tidak tertular…

Dan yang pasti terima kasih sekali untuk semua keluarga, orangtua, mertua, saudara-saudara, keluarga kakak saya yang ketitipan Affan.

Ini dia, beberapa foto Affan dan Kaysa

Aff Kaysa 1hihi..Affan gondrong….pas belum mau potong rambut..

Aff K 2

Aff kay 3

Advertisements

….

Teman teman…selamat menjalankan ibadah ya di bulan ramadhan…..semoga lancar semua….mohon maaf utk semua salah….

Alhamdulillah puasa tahun ini bareng ‘adek cikal’ di perut…hihi…mas affan konsisten ni manggilnya adek cikal…

Tadi malam karena tidak ada orang dirumah affan ikut kita periksa kandungan rutin perbulan… Ini pengalaman pertama Aff ikut kontrol. Sampai sana dah nanya itu ruang apa? Mau periksa adek ya…terus pegang perut bilang ‘dek …periksa ya dek’. Terus berkali kali bilang ‘ayoo ayoo bu….periksa….masuk kesitu’. Sabar nak masih ngantri. Tadi malam karena ada pasien yang urgen, jadi didahulukan. Lumayan jd sampai rumah kita jam 10 malam. Lama ngantri jadi affan cari kesibukan main main dorong dorong kursi dan heboh lainnya *hadeh

Pas giliran masuk ke ruang dokter, affan sibuk nanya ini itu. Pas usg affan manggil-manggil ‘addeeeek…..adddeeek.’ Terus bilang ‘kok gak ada suaranya? Terus dijawab sama dokter ‘sebentar ya..nanti ada suaranya’ terus didengerin detak jantungnya. Pas ngantri obat affan kita tanya ‘tadi pas diperiksa adeknya lagi ngapain? Terus suaranya gimana? Dijawab sama aff ‘lagi gini gini (sambil meragain goyang goyangin

Continue reading

Disengat Tawon

Dalam bahasa jawa istilahnya “dientup tawon”, entah menurut perasaan saya kok kata disengat kurang mantep untuk mengganti kata di entup..hehehe

Pernah gak teman-teman kesengat tawon? Saya belum pernah…dan termasuk takut kalau ada tawon yang merah besar, kalau di desa disebut “tawon ndas” itu termasuk sakit kalau menyengat soalnya Ibu saya pernah dan cerita.

berikut penampakannya

Gambar dari sini

Dan…..kemarin malam, ketika saya ke tempat tetangga depan rumah.. Semula Affan tidak ikut, itu waktunya habis magrib..trs kok terdengar nangis, jadi ya udah, tak ajak ikut. Sedang ad akeperluan dengan tetangga, jd Affan ikut2 nimbrung sambil biasalah main-main sendiri ke teras…dan tiba-tiba terdengar jeritan tangis yang sangat keras…. Deg….dr tangisnya udah takut aja kalau ternyata affan jatuh dari sesuatu yang tinggi atau dari pagar, saya keluar dari kamar tami ke teras…..disitu terlihat dua tawon merah besar (tawon ndas) beterbangan , terbangnya seperti terbang kacau gitu …halah bahasanya.. dan bener aja….affan memegangi tangan kanannya..langsunglah saya sadfar kala Affan ke entup tawon tersebut..

Huuuaa..terus terang sy ikut panik, karena belum tahu gimana penanganan pertama…. plus juga takut apakah itu beracun atau tidak *khawatir..

Terus saya gendong pulang, sama Ayahnya dikaish minyak kayu putih, saya nyari minyak but but tidak ada. Ayahnya sih tenang..tapi sy nya kepikiran..mana Affan nangis terus, dan saya lihat jari manis nya yang ada bekas gigitannya itu agak bengkak merah…

Saya telepon kakak yang bidan, dan dikasih tahu untuk dikompres dengan alkohol atau kalau gak dikompres dengan betadin.. dan dikasih resep obat gitu.

Dan ternyata dirumah gak punya alkohol, betadin pun gak ketemu saya cari..

Akhirnya, sy bawa Affan ke dokter praktek terdekat, yg kebetulan tempat prakteknya gabung sama rumah makan yang berkonsep saung2 ikan gitu..dan Affan sudah hafal tempatnya, jadi kita hbur dengan tar lihat ikan2 sama makan ikan sm jus alpukat susu (ni gara-gara suatu saat Affan pernah saya pesenin jus alpukat, dan jusnya dicampur susu, kalau bikin dirumah gak saya campur susu..Affan bilang gini : ” enak ya bu..jus susu”  😀

Sama dokter diperiksa, trs juga diminta kompres alkohol, sama diresepin untuk anti alergi, dan paracetamol tuk nyeri dan kalau ada demam. Dan Affan malah bilang gini ke dokternya :’ ga papa ya…ga papa ya.’ 😀 .meski sambil nangis juga.

Alhamdulilah affan dah mulai agak terlupa sm sakitnya pas lihat2 ikan di kolam..masih sesekali nangis. Sama pelayan rumah makan tersebut dikasih tahu, katanya ditempel klungsu (isi/biji asam jawa sampai keluar ‘bisanya”). Terus saya bilang wah susah nyari klungsu. Dan tidak berapa lama, masnya dateng sambil bawa klungsu yang sudah dibelah.. saya coba tempelkan ke tangan Affan, gak lama..soalnya keburu Affan berontak.

Sekarang..Alhamdulillah sudah baikan.. yang anti alerginya cuman saya minumkan 2 kali. Pengalaman menangani anak kena tawon.

Kontes Blog Foto Anak

Yipppiie…. kelar juga  nih bikin blog Affan yang baru yang bertajuk Ide Affan. untuk berpartisipasi dalam Kontes blog foto anak yang diselenggarakan Pak Dhe Cholik.

Sebelumnya Affan sudah punya blog di Dunia Kecilku, dulu sering update foto-foto karena dulu pakai HP Sony Erricson bisa langsung blog this ke blogspot… namun belakangan agak jarang update.

Kesempatan ada kontes, semoga blog yang baru ini bisa terus update.

Silahkan bila berkenan berkunjung ke blog Affan yang baru di Ide Affan.

Terima kasih.

 

PS : Persiapan mau mudik..ALhamdulillah Kakak Ipar kemarin baru melahirkan baby cowok. Cucu ke-3 dari pihak Ayahnya Affan. Senang senang… Alhamdulillah..Smg menjadi anak sholeh

Cerita “tutup” The Cars

Lihatlah dunia seperti anak anda melihatnya, rendah dan dekat dengan dengan tanah

 

Quote diatas saya dapat waktu baca tentang menerapkan metode montessori sehari-hari di www. mommiesdaily.com. Disitu membahas sebuah buku berjudul “Membesarkan anak hebat dengan metode montessori”. Metode montessori ini dikenalkan oleh Montessori , seorang dokter perempuan yang meyakini bahwa semua anak dilahirkan dengan potensi luar biasa, potensi ini akan berkembang jika orang dewasa yangmengasuhnya memberikan stimulasi yang tepat ditahun2 pertama kehidupannya. Salah satu metodenya seperti disebut di artikel tersebut adalah anak-anak butuh mengembangkan rasa empati terhadap sesama, untuk meraihnya kita sebagai orangtua harus bisa membantu mereka menghargai perasaan mereka sendiri. Lebih jelas dibaca di artikel di mommiesdaily.com bag pre school (maaf lagi lambat netnya, susah mau ngelink dan buka alamatnya) 😀

Foto mobil kata affan “kas” (film the cars) diatas, kalau diperhatikan bagian belakangnya ada dua tombol yang warnanya berbeda, satunya merah satunya hitam.

Jadi, pas kemarin kita dijemput mudik, ada dua sepupu Affan yang ikut. Main-main mobil-mobilan Affan ini , dan gak sengaja, tutup merahnya itu lepas satu yang mengakibatkan bagian atas mobil yangada airnya tumpah.

Affan terus-terusan bertanya ” Dimana tutupnya..ini rusak.. dimana tutupnya? 🙂

Sama mbak kakungnya di jawab : ” nanti diperbaiki di rumah simbah kakung ya.

Affan bilang : “iya ..dandan dandan pakai obeng. (kalau menyebut memperbaiki Affan bilang dandan dandan (dr kata didandani)

Setelah itu kita mudik pulang bareng… dijalan Affan juga sempet nanya lagi berkali-kali tentang tutup mobil itu.

Sampai dirumah mbah kakung dah malem banget banget, sempet nanyain tapi terus tidur karena dah ngantuk Affannya. Esok harinya langsung gandeng mbah kakung tuk memperbaiki mobilnya. Sama mbah kakung “dibantu” affan nyari alat-alat untuk memperbaiki. Affan tampak semangat sekali. Dan akhirnya jadilah itu mobil ada tutupnya , meskipun tutupnya warna hitam, dan pas.

Dari kejadian diatas saya jadi menghubungkan dengan artikel tentang montessori yang sebelumnya saya baca. Saya salut sama mbah kakung, begitu menghargai keinginan Affan, meskipun terlihat sederhana, namun benar2 dilakukan. Dan Affan puas. Karena bisa saja kan kalau misalnya bilang gini :” ah..gapapa gak ada tutupnya.. tidak usah diperbaiki..masih bisa jalan “.. atau kalimat kalimat lain.. Tapi mbah kakung tidak melakukan itu. Mbah kakung seperti kutipan diatas melihat ke dunia anak – anak, dari sudut pandang Affan tutup mobil itu sesuatu yang “sangat penting” mungkin, karena memang pas tutupnya lepas airnya tumpah atau gimanalah. Yang jelas ini telah memberi pelajaran bagi saya untuk bisa menghargai sekecil apapun ide anak, yang kadang mungkin saya lalai tentang hal ini. Dan untuk bisa mengembangkan empati anak, yang td diatas disebut membantu anak untuk bisa menghargai perasaan mereka sendiri, salah satunya mungkin dengan cara kita menghargai pendapat mereka, mendudukkan kita di cara pandang si anak.

*NB.. Foto saya upload dulu di FB hehe, soalnya foto ada di HP.

Tips dan fakta mudik dan lebaran sehat bersama batita

Mudik..sudah menjadi tradisi di setiap lebaran..menyenangkan bisa berkumpul bersama keluarga..saling berkunjung..

Gimana nih tips dan fakta mudik bersama batita.. Tips lengkap dapat dibaca di sini

Nha keluarga kami yang mudik dengan batita umur 2 thn 2 bulan..heboh..Alhamdulillah Affan suka banget bepergian terutama di jalan..jadinya ga rewel..malah rewel kalau kurang di jalannya hehe…

Ini nih tips dari http://www.ayahbunda.com plus fakta nya pas kita mudik kemarin :

1. Pertahankan pola makan teratur. Usahakan tetap menerapkan kebiasaan makan yang Anda  lakukan sehari-hari.

fakta : jam makan bisa berubah2 menyesuaikan waktu… misal waktu berkunjung dll.. dan pas dirumah pun karena fokusnya dah main main terus sama sepupu suka gak konsen makan… nah disinilah sy bisa tahu bahwa ; suapan itu bisa diitung.xixixi..soale kadang baca batita maemnya hanya 3 suap atau berapa..sy bingung soale seringnya ga kehitung..nha pas mudik ini..agak susah makan…jd bener2 bisa keitung suapannya berapa

solusi :

ketika cuman mau beberapa suap..yah stop aja..tar dikasih lagi beberapa suap dengan jeda..jadi memberi makan batita lebih sering dengan porsi sedikit..jadi kan terakumulasi tuh makannya hehehe..atau kalau misal gak mau nasi..seringnya saya buatin sop yang banyak kentangnya… tar kl pas lg main..dipanggil : mau nasi? affan biasanya sregep makan nasi aja.. so memberinya terpisah..kapan aja… Dan kalau pas bepergian membawa bekal sendiri…

2. Perhatikan asupan makan yang dikonsumsi

fakta : InsyaAllah Affan masih saya perhatikan apa yang dimakan, masih dibuatkan sayur sendiri. namun yang gak bisa dihindari tentu beraneka ragam makanan yang biasanya jarang dimakan, kayak kue kue , jeli jeli, dodol, roti tape,jajanan kyk cilok sm sepupunya, bakso, permen, snak yang pedes  dll…gapapa..yang penting konsumsi sayur terjaga

solusi : tetap buat masakan dengan sayur dan kuah disamping menu utama lebaran yang banyak opor2 daging.

3. Biasakan batita minum air putih dan jus buah agar tidak dehidrasi serta makanan berserat

fakta : Alhamdulillah Affan suka banget minum air putih dan jus.. bisa habis setengah gelas air putih sekali minum, jus segelas juga…

solusi : membawa buah-buahan dari jogja…soalnya kalau dikampung suka susah mencari buah, kalau beruntungya buah yang memang lagi berbuah di pohon kyk pisang dan jambu biji.. kemarin pas dapet jambu biji..enak deh..favorit affan

4. Dalam aneka kegiatan liburan yang mengasyikkan tetaplah upayakan anak untuk beristirahat. Jangan biarkan ia keasyikan ber,main dan lupa tidur siang.

fakta : dan yess… kapan hari tidur siang affan bisa dihitung..kalau dah main sama sepupunya gak mau tidur siang,, misal dah mapan tidur..denger suara sepupunya..langsung deh dikejar lagi..jadi jarang bobok siang… dan main terus..padahal cuaca panas ya..tapi ga peduli deh si bocah..yah gpp lah biar bereksplorasi… dan pas dikampung affan paling suka ngasih makan ayam sm ikan…dah deh belepotan pegang “katul” makanan ayam..keluar masuk kandang ayam…

solusi : affan saya pakaikan topi dan kacamata item ato kacamata putih..untunglah mau..kalau topi sepanjang main dipakai terus..cuman kalau kacamata sok dilepas aja… karena cuaca panas sekali dan silau..namanya anak2 ya gak peduli… dan penting juga kita untuk mengingatkan memakai sandal..seringnya affan pakai..tapi kalau buat lari dah tersa mengganggu..dicopot deh itu sandal…takutnya kena duri ato apa..Alhamdulillah baik-baik saja…. cuman sempat jatuh dari teras lumayan tinggi semeter lebih..Alhamdulillah cuman memar jidatnya..dikasih trombopop ..kempes lagi…jadi jangan lupa bawa P3K..alat2 kesehatan si kecil : obat merah, obat memar (trombopop), minyak telon, kayu putih, dll…

5. biasakan batita anda cuci tangan sebelum makan. jika tdk tersedia air, sediakan gel or cairan pembersih instan.

fakta: lumayan kooperatif tuk cuci tangan…seneng sih..kalau lengah dikit bisa jadi ajang main air…xixixi…ya ya..mainan favorit pas liburan adalah air.. 😀

Ini dulu aja ya ceritanya..kapan-kapan disambung lagi….selamat kembali dari mudik…. ditunggu cerita-ceritanya

Aff ikut Tarawih dan ke Masjid Kampus

Ramadhan tahun ini Affan dah cukup dewasa *dewasa?* hihi… udah agak gedhe lah.. berawal di awal2 puasa….Aff di ajak mbak Riz taraweh, saya waktu itu sedang tidak puas… Waktu itu sih, tar kalau kira2 nangis ato lari2 kesana kemari ya diajak pulang…tapi kt mb riz.. krn membawa mobil-mobilan dan buku serta crayon mewarnai jadi anteng..relatif anteng , dan malah diajak main-main sm anak2 yang lebih besar.. tapi ya seanteng-antengnya anak-anak mesti lah juga kesana kemari hehe……

Dan sabtu kemarin, Aff kita ajak ke masjid kampus UGM… masjid penuh kenangan deh ya saat kuliah dulu… wah seneng banget..secara masjidnya bagus dan luas….cuman memang Affan gak bisa diem tuk di foto.udah mau lari-lari aja…jadinya pinter2nya kita ngambil foto…

Selamat menjalankan ibadah puasa semua..smg mendapatkan ridho Allah SWT… bagi yang  mau mudik, mesti dah siap2 nih ya.. semoga lancar perjalanan…