Belajar dari nenek dan kakek

Ramadhan ke 29 dan 30 aku telah berada di keluarga suami. Alhamdulillah bisa agak intens bertemu dan berbincang dengan nenek yang biasa kami panggil simbah.
Diusianya yang telah senja (lebih dari 90 thn), nenek Alhamdulilah masih sangat sehat, tidak pikun dan selalu berusaha sholat berjamaah ke masjid yang tidak jauh dari rumah tuk sholat lima waktunya.

Aku senang membersamainya pulang dari masjid terutama habis sholat subuh. Beliau biasanya paling agak akhir keluar masjid dan berjalan pelan-pelan. Aku membersamai sambil mendengarkan cerita-ceritanya. Senang mendengarkan beliau bercerita sambil berjalan kerumah…

Pada suatu saat, kalau tidak salah saat sholat ashar, aku terlambat sampai masjid dan saat itu bersamaan juga nenek baru masuk masjid. Jamaah sholat sudah sampai rakat terakhir, tahiyat akhir.
Aku sudah selesai merapikan sajadah dan memakai mukena, langsung menyambung ikut sholat jamaah dan tak berapa lama kemudian telah salam.

Rupanya nenek tidak bisa mengejar sholat berjamaah. Ketika aku berdiri untuk menggenapkan rakaat sholat yang tertinggal, nenek agak sedikit menarik sajadahnya kebelakang dan ikut sholat berjamaah makmum denganku. Jadi malu…yang muda kok ya telat…

Saat hari raya idhul fitri, adiknya nenek (kakek) datang berkunjung. Subhanallah,  beliau berdua berjabat tangan dan saling meminta maaf serta saling mendokan.

Dialog yang kutangkap (versi asli dalam bahasa jawa, agak susah nulisnya, meski orang jawa…:-) ), aku mendengarkan dengan seksama, terharu  dan mengabadikan momen tersebut dalam foto (..naluri blogger🙂 ):

Nenek : “Dokan ya. Semoga kita selalu diberikan   Iman, selalu ingat sholat dan dijauhkan dari maksiat”.
Kakek : “Ya, kita saling mendoakan. Doakan saya juga”.

Amin…Kami mendoakan….

Doa yang indah…ya, Iman adalah nikmat yang paling indah, diberi ketetapan Iman adalah nikmat tiada tara yang harus selalu disyukuri…sholat adalah tiang agama….

Dan saat kemarin kembali ke jogja ketika berpamitan, nenek berkata (dalam bahasa jawa yang artinya : Ya, terimakasih banyak ya dah berkumpul disini. Maafkan salah-salah simbah…Terimakasih..(sambil memegang dan menepuk-nepuk lenganku)

Wah…Subhanallah….aku jadi terharu…beliau tidak sungkan dan malah selalu berusaha meminta maaf dahulu pada yang lebih muda dan berterimakasih…

Kami yang banyak belajar pada nenek…banyak hal …..tentang cinta, taat, perjuangan, dan banyak hal lain….Terimakasih nenek….Alhamdulillah…

4 thoughts on “Belajar dari nenek dan kakek

  1. subkhanalloh… jadi kangen simbahku mi🙂 kita juga kalau Alloh paring umur panjang hingga jadi nenek-nenek nanti, selalu mendoakan ya ukh… :p

  2. wahhh… simbahnya alhamdullilah masih sehat yaa 90 th lebih… jarang orang skrg sampe usia segitu. Mungkin byk yg gak nrimo ga kyk org dulu kali ya… oya mbak.. aku mau kasih award… silakan diambil di postinganku ya… mau 2 nya juga boleh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s