tentang berargumentasi

Kemarin baru membaca dari tabloid nova ada satu hal/kalimat yang menarik. Disebutkan disitu begini :

Berargumentasi bukan sesuatu yang buruk. Konflik yang sering terjadi adalah karena kita tak tahu, bagaimana memisahkan apa yang sangat kita inginkan dengan apa yang ingin kita kompromikan.

Jadi, jika kita mulai merasa lawan bicara harus setuju dengan semua pendapat kita, seharusnya kita tahu dan harus segera berhenti berargumentasi. beberapa panduan yang diberikan:

1. Pikirkan.
Apakah argumentasi ini bermanfaat? Jika jawabannya tidak, berarti waktunya bagi Anda untuk berhenti bicara, tak peduli sedang semarah apa pun Anda.

2. Jangan ulang apa yang sudah diucapkan.
Dengan menyebutkan maksud Anda satu kali saja, sudah cukup daripada mengulanginya berkali-kali. Ini juga berlaku di tempat kerja. Pikirkan diri Anda sebagai pengacara yang harus memberikan pembelaan secara singkat. Katakan apa yang sedang dipikirkan lalu tutup mulut Anda.

3. Jangan merespons ucapan pedas yang mengundang kemarahan Anda.
Jangan pedulikan jika pasangan, orang tua, atau teman menyerang Anda dengan mengatakan sesuatu seperti, “Kamu sama seperti ibumu!” Atau, “Kamu selalu mengatakan hal itu!” Kenali saja maksudnya, dan tutup telinga. Anda tak perlu mendengarkannya.

4. Jika Anda memberi saran, jangan minta orang lain menganggapinya sebagai hal luar biasa
Cukup sampaikan saran Anda apa adanya, tanpa perlu pusing apakah lawan bicara Anda akan mengikutinya atau tidak.

Yang terpenting, Anda harus tahu, cara terbaik untuk mengakhiri suatu argumentasi adalah dengan tidak melanjutkan argumentasi. Konsiliasi tak bisa terjadi jika dua orang sedang berhadapan muka. Konsiliasi hanya bisa terjadi dengan pemikiran yang matang, yang dilakukan berjam-jam bahkan berhari-hari, siang dan malam.
Mungkin Anda baru bisa menyelesaikan masalah beberapa minggu kemudian, ketika perasaan sudah tenang. Tapi, tak sedikit argumentasi yang tak pernah terselesaikan. Hal ini wajar saja.
Pada hubungan yang baik sekalipun, selalu ada kepahitan yang membekas. Sebaiknya, belajarlah bagaimana berargumentasi dan belajar bagaimana menghentikannya. Hal ini bisa mencegah rusaknya suatu hubungan akibat kesalahpahaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s