Mengapa guru jarang bertanya mengapa?

Dalam diklat PMRI kemarin aku mendapat suatu wacana menarik tentang pembelajaran matematika teruatam di SD. Guru jarang bertanya mengapa? yang sering terjadi adalah bertanya :

Apa jawabannya? Ini betul tidak? Yang betul apa?

Dan mungkin kalimat-kalimat serupa. Yang terkesan ‘membatasi” kemampuan siswa bereksplorasi.

Alangkah lebih bijak ketika guru memulai menanyakan sesuatu dengan kalimat dengan kata “mengapa?’

Misalnya : Mengapa jawabanmu ini?

Sehingga siswa/murid akan berpikir tuk menjawab pertanyaan guru dan mengekplorasi jawabanya.

Dan bahkan bisa jadi guru akan ternganga dan kagum serta tidak menyangka dengan jawaban-jawaban yang muncul dari siswa.

butuh pembelajaran dan pembiasaan bagi guru tuk bisa menjadi fasilitator pada kegiatan pembelajaran.

Dalam PMRI, saatnya murid belajar bukan guru mengajar, guru sebagai fasilitator.

4 thoughts on “Mengapa guru jarang bertanya mengapa?

  1. Assalamu Alaikum

    Pasti matematika tidak jadi momok lagi bagi siswa, jika semua guru bisa ngajar dengan PRMI, PRMIkan tidak perlu modal mengajarkannya karena ada di lingkuang siswa….

    Pasti banyak ilmu yang didapat dari diklat PRMI, apalagi yang membawakan materinya adalah prof2 pengembang PRMI, pasti banyak materi, bahan mengenai PRMI, bisa kirim ke emailku, saya lagi nyusun tugas akhir mengenai Pembelajaran Realistik pada Statistika, kalau ada contohnya lebih ok lagi….

    Trus PRMI cocok berasosiasi dengan metode apa yach….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s