Rindu Mengunjungi Baitullah

Teringat kembali, setahun yang lalu menonton sebuah sinetron MAHA KASIH seri Tukang Bubur Naik Haji.

Diceritakan seorang tukang bubur ayam keliling dengan gerobaknya, setiap hari berjualan bubur ayam, dan selalu setiap harinya sebagian hasil keuntungan berjualan ditabung di kotak meskipun hanya berupa lembaran seribu dua ribu dengan tujuan agar bisa memberangkatkan ibundanya menunaikan haji ke tanah suci.

Digambarkan di cerita Ibunya memendam kerinduan yang amat sangat untuk bisa menunaikan haji ke Baitullah.

Tukangbubur itu bernama Sulam. Dia adalah seorang pedagang bubur ayam keliling yang hidup serba pas-pasan bersama istri dan ibunya. Sang ibu sangat ingin pergi haji ke tanah suci. Saking inginnya pergi haji sampai sering menjadi bahan ledekan tetangganya. Sulam juga termasuk yang jadi korban ketika suatu hari ada yang menambahkan kata “Haji” di depan namanya yang tertulis di gerobak bubur. Sulam ingin sekali menghapus kata haji itu karena malu, namun sang ibu melarang karena menganggap itu adalah juga bentuk doa agar mereka bisa segera pergi haji.

Karena ingin menyenangkan sang ibu, Sulam selalu menyempatkan diri menyisihkan uang hasil jualan bubur ayamnya yang cuma beberapa ratus ribu itu untuk ditabung di bank. Dari hasil konsultasi dengan seorang ustad di Musholla ( Ustad Yusuf Mansyur), Sulam juga kemudian bersedekah dan meminta orang lain agar ikut mendoakan niat ibunya. Caranya gampang saja. Suatu malam ia bersama istri dan ibunya pergi ke panti asuhan yatim piatu dengan membawa serta gerobak jualan bubur ayamnya untuk bisa dinikmati semua warga panti asuhan. Kepada pengasuh panti asuhan ia minta izin memberi makan anak-anak yatim di panti itu dan minta didoakan agar ibunya cepat naik haji.

Setelah itu atas kehendak Allah, TUkang bubur memenangkan sebuah mobil mercy dari sebuah bank. Pak SUlam in gembira sekali sampai mau pingsan, satu hal yang langsung ditanyakan : Bisa untuk biaya memberangkatkan Ibu saya naik haji? Dijawab dengan senyum oleh petugas bank…Bahkan Anda dan Istri anda bisa juga berangkat.

Dari menonton cerita ini…Subhanallah..Allah Maha Kuasa atas apapun..Pertolongan Allah sangatlah dekat..

Ketika di masjid sang Ustad berceramah ke jamaahnya menyebutkan…Kemurnian hati seorang anak yang sangat berbakti kepada Ibunya dengan bercita-cita memberangkatkan haji Ibunya yang memang sangat mendambakan bisa menunaikan haji, yang secara ekonomi pas-pas an dn dicibir oleh tetangganya mustahil bisa berangkat haji. Serta kerinduan yang sangat mendalam dari sang Ibu untuk bisa mengunjungi Baitullah telah mengantarkan mereka menuju Baitullah…

Berangkat dari sinetron ini, aku teringat dengan guru les privat fisika adikku, mbak nya ini masi hsangat muda, beliau mengajar di salah satu SMA Negeri di Yogya, bercerita beliau mengajar, menjadi tentor dimana2 di banyak tempat, karena punya cita-cita ingin berhaji…Sungguh semangat Mbak Ika ini menginspirasi

Subhanallah..memang setiap muslim harus punya mimpi, cita-cita, tekad yang kuat, kerinduan yang mendalam untuk bisa menunaikan haji di Baitullah………Dan hanya pada Allah Yang Maha Besar lah kita meminta pertolongan….

Selamat Idhul Adha 1428 H….

Menjelang Idhul Adha ini ada sepenggal lirik nasyid yang bagus dari Snada

Belajar dari Ibrahim

Belajar untuk mencintai Allah

3 thoughts on “Rindu Mengunjungi Baitullah

  1. Subhanallah…………………..
    bergetar hati ini begitu mendengar Baitullah……
    hati ini begitu rindu dengan Baitullah…..
    siapa hamba Allah yang tak ingin menginjak Tanah Suci………
    Posting bermanfaat bagi Hamba yang baru belajar islam seperti saya….
    begitu memotifasi……
    semoga kita bisa menginjak tanah suci dengan motifasi “Rindu Baitullah”
    aminn…jazakumullah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s