Archive for the 'Diklat PMRI' Category

Sedikit tentang PMRI

Mengikuti materi dan makalah yang disampaikan oleh DR. Yansen Marpaung, pegiat PMRI dari Universitas Sanata Dharam temtang PMRI ada beberapa hal yang disampaikan.

Beliau menjabarkan tataran parktis dari PMRI antara lain:

  1. Guru harus mengupayakan murid aktif dalam pembelajaran. Murid harus aktif mengkonstruksi pengetahuannya sendiri
  2. Pembelajaran sedapat mungkin dimulai dengan menyajikan maslah kontekstual/realistik. Realistik artinya siswa dpat menbayangkan situasi yang disajikan dalam masalah
  3. Guru memberi kesempatan pada siswa menyelesiakan masalah dengan cara sendiri. Matematika adalah suatu proses yang bermuara pada produk. Proses ini disebut matematisasi. Cara untuk mendapatkan suatu produk bisa berbeda beda. Melalui matematisasi siswa perlahan lahan dibawa dari konkrit ke abstrak
  4. Guru mendorong terjadinya interaksi dan negoisasi baik abatar siswa dan siswa, juga siswa dan guru
  5. Guru menciptakan suasana pembeljaran yang menyenangkan
  6. Intertwining (sifat saling terkait) antara materi ajar
  7. pembelajaran berpusat pada murid
  8. guru bertindak sebagai fasilitator
  9. Kalau siswa membuat kesalahan jangan dimarahi, tapi dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan, secara empati membantu siswa

Lagu lagu senang

Ketika mengikuti diklat PMRI dalam beberapa kesempatan ketika menunggu pergantian jam pelajaran atau ada waktu senggang, bapak ibu guru saling berbagi berbagai lagu-lagu yang bisa digunakan dalampembelajaran. Ada banyak yang dismapaiakn oleh bapak ibu guru

Beberapa yang sempat tercatat antara lain saya tuliskan disini, apabila ada yang membutuhkan

1. Hitung Campuran

(Nada lagu disini senang disana senang)

Disini senang disana senang

Semua pelajaran aku senang

Disini angka disana angka

Matematika paling ku suka

Kali bagi sama kuat

Haruslah didahulukan

Sebelum pengerjaan tambah dan kurang

Tambah kurang sama kuat

2. TANGGA UKURAN

(Nada : lagu Naik-naik kepuncak gunung)

Naik-naik tangga ukuran

Hati-hati sekali

Mili, senti, desi dan meter

Deka, hekta dan kilo

Reff. Kalau naik bagi sepuluh

Turun kali sepuluuh……h

Kalau naik koma kekiri

Turun koma kekanaan…..n

3. UKURAN TIDAK BAKU

(Nada Lagu : Dua tangan saya..)

Dua tangan saya dipakai jengkalnya

Ukur meja saya juga dengan depa

Dua kaki saya dipakai langkahnya

Ini ketiganya ukuran tidak baku

Ayo kawan-kawan berdiri semua

Mari kita ukur meja dengan lantai

Boleh dengan jengkal atau dengan depa

Langkahkan kakimu ukur lantai kelas

4. Volume Bangun Ruang

(Nada Lagu :Becak-becak )

Aku ingat sekarang

Volume bangun tabung

µr² kali t

Itulah volum tabung

Kalau volume balok

Pasti P L kali T

Volum kubus

Rusuk pangkat tiga

Pembelajaran Tematik

Materi yang saya suka dari Diklat PMRI salah satunya adalah tentang pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadukan beberapa kompetensi dasar dan indikator dari kurikulum beberapa mata pelajaran menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu tema.

Dalam pembelajarn tematik lebih menekankan pada pengalaman dan kebermaknaan siswa dalam belajar, sehingga siswa memperoleh pemahaman yang utuh dalam proses pembelajaran yang mengaitkan antar mata pelajaran.

Dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang SI dan SKL disebutkan juga keharusan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan tematik untuk kelas I, II, dan III.

Menarik….Dalam kelas rendah (1, 2, dan 3) ketika mengajar dengan pendekatan tematik akan banyak manfaat yang diperoleh siswa, siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi beberapa mata pelajaran dalam tema yang sama.

Dalam diklat, kita dibagi menjadi 6 kelompok dan masing – masing kelompok diminta membuat suatu jaring tema untuk contoh pembelajaran tematik di SD.

Hasil hasil diskusi kelompok saya masukkan dalam slideshare berikut ini

Kelas yang heboh

Mengikuti diklat PMRI senang juga bertemu dengan bapak ibu guru lain sehingga bisa berbagi hal dan pengalaman.

Dikelas saya, termasuk kelas yang heboh, bapak ibu gurunya kreatif, lucu, dan ada-ada saja idenya.

Dan termasuk kelas yang kompak juga. Kelas kita membuat CD sendiri yang dibagiin ke masing-masing peserta. CD berisi produk-produk yang kita hasilkan (tugas-tugas), lagu – lagu yang dipakai dalam pembelajaran, rekaman pemateri diklat, foto-foto tentu saja (narsis????), dan materi-materi lain selain materi yang telah di CD kan oleh panitia.

Menyenangkan….menambah wawasan dan teman teman baru.

Ini salah satu video kita. Bapak ibu guru teman-teman Kelas A diklat PMRI, lihat ya…Khan kemarin sudah belajar bikin blog ;-)

Masih tentang mengurutkan bilangan

Dalam RME(Realisttic Mathematics Education) salah satu hal pokoknya adalah pembelajaran dimulai dari masalah yang realistik bagi siswa. Dalam pembelajaran berbasis masalah ini , guru memulai dengan memberikan suatu masalah pada siswa, sehingga siswa dalam menyelesaikan masalah itu mencobamenemukan sendiri strateginya (informal dan formal), siswa membangun pemahamannya melalui interaksi dan negoisasi antara siswa mapun dengan guru bahkan dengan lingkungannya. Guru bertindak sebagai fasilitator.

Dalam strategi membelajarkan mengurtukan bilangan bagi siswa kelas 2 SD, salah satu contohnya guru memberikan masalah sebagai berikut

1. Guru membawa kalender harian yang telah disobek per harian.

2. Guru menunjukkan sobekan kalender harian tersebut sambil memberikan gambaran tentang hari dalam     satu bulan, urutan bulan atau yang lain yang terkait dengan apa yang dibawanya

3. Tiba-tiba guru tersandung dan sobekan kalender harian yang dibawanya berhamburan dilantai

4.         Guru meminta tolong murid membantu merapikan dan mengurutkan kalender harian tersebut.

5. Murid akan bersama-sama merapikan kalender .

Dalam kesempatan tersebut mereka akan menemukan sendiri, mengurutkan tanggal sesuai dengan bulannya di kalender.

Sehingga selain belajar mengurutkan bilangan, siswa juga akan belajar menemukan tentang jumlah tanggal dalam tiap bulan yang berbeda, jumlah hari dalam satu minggu, mengurutkan nama-nama hari.

- J   Jumlah sobekan kalender menyesuaikan kebutuhan, bisa kalender setahun, enam bulan atau sesuai yang diinginkan oleh guru.

- Kalender bisa diganti dengan benda-benda yang lain, misal halaman buku.

Strategi membelajarkan mengurutkan bilangan

Dalam mata pelajaran kelas 2 SD semester 1 menurut SI (standar Isi) terdapat Kompetensi Dasar (KD) mengurutkan bilangan samapi 500.

Nah dari mengikuti diklat PMRI kemarin ada beberapa strategi untuk membelajarkan pada anak tentangmengurutkan bilangan. Diantaranya melalui beberapa game.

Contoh permainannya seperti ini

Satu murid A diminta ke depan, berdiri membelakangi murid yang lain

<

<    Guru menempel angka dipunggung murid A tersebut

<!  Murid yang didepan diminta menebak angka yang ada dipunggungnya dengan aturan sbb

  • Siswa A menebak angka tersebut
  • Siswa yang lain memberikan aba-aba kurang ke kiri jika nilai yang disebutkan lebih besar dari angka yang ada dipunggungnya atau kurang ke kanan jika angka yang ditebak tersebut masih lebih kecil dari yang ditempel
  • Siswa A menebak kembali angka yang ditempel setiap ia selesai melangkah ke kiri atau ke kanan
  • Demikiaan hal tersebut diulang-ulang hingga angka yang ada di punggungnya dapat di tebak.

Sehingga dari permainan ini, semua siswa belajar mengurutkan bilangan, murid yang maju didepan menebak angka berdasarkan petunjuk dari siswa lain apakah angka yang disebutkan telah benar atau lebih kecil (ditandai dengan teman lain menyebut kurang kekiri) atau lebih besar (ditandai dengan siswa lain menyebut kekanan). Dan siswa lain yang tidak maju dengan memberi aba-aba bearti juga telah belajar mengurutkan bilangan, menunjukkan apakah angka yang ditebak oleh siswa yang maju telah benar atau lebih kecil atau lebih besar.

Modifikasi dan pengembangan

Siswa yang lain diminta menulis dipapan tulis, setiap angka yang ditebak dalam suatu garis bilangan, dengan konsep angka lebih kecil berada disebelah kiri.

Mengapa guru jarang bertanya mengapa?

Dalam diklat PMRI kemarin aku mendapat suatu wacana menarik tentang pembelajaran matematika teruatam di SD. Guru jarang bertanya mengapa? yang sering terjadi adalah bertanya :

Apa jawabannya? Ini betul tidak? Yang betul apa?

Dan mungkin kalimat-kalimat serupa. Yang terkesan ‘membatasi” kemampuan siswa bereksplorasi.

Alangkah lebih bijak ketika guru memulai menanyakan sesuatu dengan kalimat dengan kata “mengapa?’

Misalnya : Mengapa jawabanmu ini?

Sehingga siswa/murid akan berpikir tuk menjawab pertanyaan guru dan mengekplorasi jawabanya.

Dan bahkan bisa jadi guru akan ternganga dan kagum serta tidak menyangka dengan jawaban-jawaban yang muncul dari siswa.

butuh pembelajaran dan pembiasaan bagi guru tuk bisa menjadi fasilitator pada kegiatan pembelajaran.

Dalam PMRI, saatnya murid belajar bukan guru mengajar, guru sebagai fasilitator.

Di lab komputer

Sedang di lab komputer, bersama bapak ibu guru belajar pemanfaatan komputerr untuk pembelajaran.

Bapak ibu yang tergabung beragam kemampuannya tentang komputer, jadi oleh penyaji masing-masing diberi kebebasan untuk belajar, dan bagi pemula yang mengetik juga belum terbiasa diajari untuk mengetik dan mencoba membuka internet.

Nampaknya pada antusias ketika penyaji bertanya sudah ngantuK? Belum…belum…bentar…

Kalau aku mencoba membantu ibu-ibu disebelah dan belakangku tuk membuka internet dan juga aku membuka permainan-permainan matematika.

Namun, silau nih…..alhamdulillah bawa Visine Tears..jadi kutetesin ke mataku sebagai air mata buatan….biar gak terlalu lelah mata…

Soalnya belakangan di kelas terus dan melihat presentasi ke papan tulis, jadi ya agak maksain mata. Tapi kusiasati berusaha cari tempat duduk di depan.

Oya, adakah yang tahu,,,,apakah efek radiasi dari layar monitor??

Soalnya di lab ini, model meja berjajar ke belakang, jadi dibelakangku persis itu monitor komputer, dan punggungku terasa panas dan pegal, karen adibelakangku persis.

Tapi terus kucoba agak bergeser ke samping yang kebetulan kosong….

Budaya tunjuk tangan

Dua hari kemarin kita disuguhi untuk menonton video yang berisi kegiatan pembelajaran matematika dengan pendekatan RME (Realistic Mathematics Education). Video pertama sebuah pembelajaran dari inggris dan yangkedua sebuah kelas sekolah dasar di belanda.

Menarik….banyak hal yang bisa didapt dari kedua video yang kita tonton.

Satu hal yang paling menonjol anak-anak tanpa ragu untuk tunjuk tangan ketika akan mengemukakan ide, pendapat atau menjawab pertanyaan. Setelah dipersilahkan oleh guru baru mereka berbicara. Nampak sekali siswa yang aktif dan berani untuk mengemukakan pendapatnya.

Dan saat berdiskusi kita juga membahas bahwa dalam sebuah pembelajaran kurang begitu pas ketika guru mengajukan pertanyaan maka siswa menjawab secara koor bersama-sama.

Dan hal inilah yang masih agak sering kita temui di pembelajaran2 di kelas. Lebih baik guru membiasakan mengatakan tunjuk tangan bagi siswa yang akan berpendapat atau menjawab.

Hal ini sangat bagus bagi siswa untuk belajar mengemukakan pendapatnya sendiri, tertib, bisa mendengarkan pendapat teman lain/orang lain, menghargai pendapat teman lain, berani mengemukakan pendapat meskipun itu berbeda dengan yang lain.

hari 1&2 Diklat PMRI

Kegiatan diklat PMRI (Matematika Realistik) yang saya ikuti sudah masuk hari kedua. Hari pertama kemarin diisi dengan pembukaan dan materi terkait dengan Kebijakan Depdiknas dan PPPPTK Matematika dalam penjaminan mutu pendidikan. Diuraikan banyak hal tentang pendidikan di Indonesia..

Ada satu yang saya ingat nih…tapi ini intermezo..tidak terkait langsung dengan materi…tapi disampaikan Yang saya ingat itu…pelajaran moral nomer (..nomer berapa ya….Bang Andre Hirata, kira-kira nomer berapa ya? .. :-D ) : jangan membelanjakan untuk sesuatu yang tidak penting..gak penting…. :-)

Selanjutnya di sore hari materinya tentang penjumlahan dan pengurangan di SD kelas rendah (atau 1 dan 2 ) Hmmmm..menarik…..bagaimana menenamkan konsep bilangan serta penjumlahan dan pengurangan di SD kelas 1. Sesi selesai sampai jam 17.45, dah lumayan gelap..

hari ini setelah upacara tanggal 17 juli masih melanjutkan materi yang sama…Saat ini sedang break… Itu dulu catatan saya….

InsyaAllah disambung lagi berikutnya….

Next Page »


Rohmita Omietha's Facebook profile


Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers

AyahMamaAffan on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Me on Plurk

thanks for visiting

  • 23,135 hits