Baru sekali aku menonton satu film dalam waktu berurutan di putar dua kali…Sehabis film selesai…film diputar lagi dan ditonton lagi..Di putaran yang kedua, kita bener2 menghayati setiap kalimat yang terucap dari tokoh dan rangkaian cerita…dan semakin banyak “hal” dan pelajaran yang didapat setelah menonton dua kali…..
Itu terjadi saat aku dan teman2 menonton dr VCD film produksi bersama Iran-Iraq bersetting invasi amerika ke Iraq….Filmnya berjudul Turtles Can Fly…..
Waktu menonton film ini, kami sempat berbincang-bincang, kalau biasanya ketika kami(aku)menonton drama yang mengharukan, air mata bisa secara tiba-tiba mengalir, tapi ketika menonton film ini kenapa tidak ada airmata padahal terasa sangat sedih dan mengharukan….Ternyata kami mengambil kesimpulan film ini tidak cuma atau sekedar sedih tapi “menyesak di dada”, miris, sampai tidak bisa keluar air mata, kami menyebutnya air mata di hati…bener2 kerasa banget sedihnya…Di film itu juga terdapat paradoks : film yang penuh manisnya adegan jenaka anak2, ada semangat, kebersamaan, kepempinan sekaligus film perang yang mengerikan, menyayat hati…
Memang film ini benar2 menyesakkan dada, bercerita tentang anak-anak yatim di Iraq korban perang..seakan menunjukkan..Ini lho hasil perang..penderitaan, depresi, ketakutan, ancaman bom setiap saat yang menghantui anak-anak….
Ada satu tokoh yang menjadi semacam “pimpinan” kumpulan ratusan anak2 yatim Iraq tersebut namanya Saron, namun karena keahliannya memasang antena TV dipanggil satellite. Dari tokoh satellite ini kita belajar banyak hal (kepemimpinannya, keberanianya, kebaikan, kepintaran dll)….Tokoh satellite ini sangat dikagumi dan disayangi oleh anak-anak lain…mengharukan….Film ini patut mendapat apresiasi…








KomEntar TeMan